Saturday, May 4, 2019

BUKIT MATANG KALADAN, WISATA ALAM KALIMANTAN SELATAN

PESONA BUKIT MATANG KALADAN
KABUPATEN BANJAR
KALIMANTAN SELATAN
01 Mey 2019
By: R. Faradigma
#NalarAsa #Jalanjalankalsel #kerangka_berfikir

Pemandangan gugusan pulau dari puncak Bukit Matang Kaladan

Kalimantan Selatan kaya akan keindahan alam, bukit hingga gunung yang berjejer dengan hutan yang tebal, salah satunya yaitu Bukit Matang Kaladan. Bukit Matang Kaladan terletak di Desa Tiwingan Lama Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Bukit Matang Kaladan beberapa tahun terakhir menjadi salah satu wisata primadona di Kalimantan Selatan. Untuk ukuran sebuah bukit, Matang Kaladan cukup landai dan mudah untuk dijelajahi.

Bukit Matang Kaladan memiliki ketinggian kurang dari 500 mdpl dengan kemiringan rata-rata mencapai 80͒-60͒. Kebun karet warga menjadi pemandangan awal saat memulai pendakian, pohon berbuah lainnya seperti durian, mangga, rambutan serta semak belukar akan ditemui dalam pendakian menuju puncak Bukit Matang Kaladan. Puncak Matang Kaladan menyajikan pemandangan yang menakjubkan, nampak hamparan gugusan perbukitan hijau yang menyerupai pulau-pulau di daerah bendungan Riam Kanan. Tak hanya itu, sejauh mata memandang dari puncak Matang Kaladan adalah bukit-bukit hijau yang berjejer indah. Perpaduan panorama yang berasal dari hijaunya perbukitan dan birunya langit dan gumpalan awan putih menambah keindahan pemandangan dari puncak Bukit Matang Kaladan.
Pemandangan barisan perbukitan dari Puncak Bukit Matang Kaladan
Wisata alam Matang Kaladan merupakan salah satu objek wisata yang berada didalam area wisata waduk Riam Kanan, terletak di Kecamatan Aranio dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam dari Bandara Syamsudin Noor Kota Banjarbaru Kecamatan Landasan Ulin, dapat menggunakan transportasi pribadi maupun transportasi online. Moda transportasi yang dapat digunakan untuk perjalanan menuju Kecamatan Aranio seperti kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Kecamatan Aranio Desa Tiwingan Lama merupakan desa terakhir sebelum melakukan pendakian ke Puncak Bukit Matang Kaladan, kendaraan dapat dititipkan dan diparkir. 

Memasuki kawasan wisata di area waduk Riam Kanan, pengunjung harus membayar uang retribusi Rp. 2.000 untuk pengendara roda dua dan Rp. 5.000 untuk pengendara roda empat, selanjutnya kendaraan dapat diparkir pada area parkir yang telah disediakan, tarif parkir untuk kendaraan roda dua Rp.5.000 dan untuk kendara roda empat sebesar Rp. 10.000. 

Perjalanan ke Puncak Bukit Matang Kaladan dapat ditempuh dengan berjalan kaki maupun dengan menggunakan jasa ojek, biaya sewa ojek sekali perjalanan sebesar Rp.20.000. Memasuki pintu rimba bukit Matang Kaladan pengunjung harus membayar biaya retribusi sebesar Rp. 2.000/ orang. Terdapat dua jalur menuju puncak, yaitu jalur ojek (jalur belakang) dan jalur tracking (jalur depan), jalur ojek lebih panjang, lebih landai dan telah dirapikan menggunakan pengecoran semen yang membelah kebun karet warga sedangkan jalur tracking lebih pendek, lebih curam dan jalan trap-trap tanah. Waktu tempuh jika menggunakan ojek menuju puncak memakan waktu sekitar 7-10 menit sedangkan jika berjalan pada jalur ojek membutuhkan waktu sekitar 40-60 menit (tergantung kondisi fisik) dan berjalan menggunakan jalur tracking membutuhkan waktu sekitar 30-45 (tergantung kondisi fisik) menit.
Jalur tracking

Jalur Ojek
Fasilitas di area wisata alam Bukit Matang Kaladan talah memadai. Akses yang mudah seperti telah disediakan dua jalur pendakian yang aman, jasa penyewaan ojek, beberapa warung yang dibangun pada beberapa spot dalam jalur pendakian guna tempat beristirahat bagi para pendaki, di puncak juga terdapat warung-warung yang menjajakan minuman dingin dan makanan ringan, musolah, spot-spot foto yang berlatar pemandangan gugusan pulau dan perbukitan, area perkemahan, gazebo-gazebo untuk beristirahat, petunjuk arah, pagar pembatas tebing, tempat-tempat sampah hingga poster dan template yang berisi selogan untuk menjaga kebersihan dan tidakm merusak alam. 
 
Teras Pohon

Papan Nama

Spot-spot Foto


Wisata Alam Bukit Matang Kaladan menyajikan pendangan alam yang eksotik. Wisata yang murah dan mudah untuk dijangkau.

Tips ke Bukit Matang Kaladan
  • Tidak perlu membawa banyak bekal makan dan minum dari rumah karena di area wisata telah tersedia toko dan warung yang menjual makanan, cemilan dan minuman.
  • Jika ingin melakukan pendakian yang singkat bisa menggunakan jalur tracking 
  • Jika tidak ingin berkeringat dan cape-capean bisa menggunakan jasa sewa ojek
  • Tidak perlu membawa banyak bawa peralatan camping karena di area wisata terdapat tempat penyewaan alat-alat pendakian dan camping
  • Jangan lupa membawa peralaatan untuk dokumentasi
  • Jangan lupa bawa payung serta menggunakan sunblock, karena puncaknya terbuka
  • Jangan lupa menggunakaan sepatu atau sendal gunung jika mau menggunakan jalur tracking
  • Jangan lupa bahagia, wkwkwkwkwkwkwk 



 










































Sunday, April 28, 2019

GUNUNG HALAU HALAU 1.901 MDPL KALIMANTAN SELATAN

GUNUNG HALAU HALAU 1.901 MDPL
PUNCAK TERTINGGI KALIMANTAN SELATAN
22 April 2019
Riam Faradigma
NalarAsa
Gunung Halau Halau merupakan gunung tertinggi di Kalimantan Selatan yang terletak di Desa Kiyu, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan memiliki ketinggian 1.901 mdpl. Gunung Halau Halau berada diantara tiga kabupaten diantaranya Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Bumbu, jika menuju arah tenggara akan berbatasan dengan Kabupaten Kota Baru.

Gunung Halau Halau menyajikan pesona alam kalimantan yang luar biasa masih alami, hutan hujan tropis tepatnya sehingga hutannya begitu tebal dan lebat hingga meminimkan cahaya matahari yang dapat menembus hingga ke dalam hutan. Kondisi hutan yang lembab hingga tak jarang lumut menutupi permukaan batu-batu dan akar-akar pohon. Hutan yang menyajikan jutaan habitat flora dan fauna yang beragam dan eksotik. Terdapat tanaman-tanaman pohon besar yang sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun. 

Perjalanan menuju Barabai 
Kami berempat memulai perjalanan tanggal 17 April 2019 yang bertepatan dengan penyelenggaraan pesta demokrasi. Kami berangkat dari Banjarmasin sekitar pukul 14.00 dengan menggunkan mobil dan akhirnya kami tiba di Barabai jam 19.00. Malam itu kami beristirahat di rumah sahabat, kami dijamu dengan hangat, teh hangat kemudian mendarat di atas meja tamu dan cukup memulihkan kelelahan perjalanan kami selama 5 jam dari Banjarmasin.

Melewati malam yang tenang jauh dari hiruk pikuk kota, kami terbangun pukul 05.00 ditanggal 18 april 2018. Bergegas melaksanakan shalat subuh dan kemudian merapikan barang-barang yang akan kami bawa untuk mendaki, tak lupa kami mengisi perut dengan sarapan pagi. Pukul 09.00 kami siap berangkat menuju desa terakhir yaitu Desa Kiyu. Personil kami bertambah menjadikan kami berenam siap untuk menuju puncak gunung Halau halau. Perjalanan dari Barabai menuju Desa Kiyu memerlukan waktu sekitar satu setengah jam. Kami sempatkan mengisi BBM mobil dan membeli beberapa kebutuhan untuk pendakian. Kami Tiba di Desa Kiyu pukul 11.00 dan kami mulai menanjak...

Desa Kiyu - Puncak Tiranggang - Sungai Karuh
Kami memarkir mobil di Desa Kiyu, Desa Kiyu merupakan desa terakhir sebelum kami mulai mendaki. Pukul 11.00 kami mulai mendaki melewati jembatan serta aliran sungai. diawal perjalanan kami nampak jalan yang landai, tanaman yang kerap dijumpai adalah bambu dan tanaman semak-semak. Tanah merah mulai melekat pada telapak sepatu dan sendal kami, beberapa kali kami berhenti untuk beristirahat dan mengambil air di sungai sebagai cadangan kami. Jalan mulai menanjak, tanah merah mulai jelas berpadu dengan bebatuan dan nafas kami mulai terdengar bergemuruh, tak jarang kami temukan ladang-ladang warga dalam perjalanan menuju Puncak Tiranggang. Hujan turun dalam perjalanan kami menuju puncak Tiranggang, kami membuka flysheet untuk mengamankan barang-barang dan kami bergegas memasang jaket hujan. Kami tiba di Puncak Tiranggang pukul 15.30, kami disambut dengan warung acil yang menyajikan mie instan, gorengan dan minuman. Kami beristirahat, makan dan berfoto hingga mulai berjalan kembali pada pukul 16.30 menuju Sungai Karuh. Perjalanan menuju Sungai Karuh kami tempuh sekitar tiga jam setengah, jalan yang landai dan banyak turunan sehingga memudahkan langkah kami, namun hari mulai senja hingga menuju gelap serta hutan yang semakin tebal membuat cahaya matahari semakin sedikit menembus ke dalam hutan, banyak akar-akar pohon yang basah, tanah serta batu yang basah akibat hujan disiang hari membuat suasana kurang bersahabat ditambah kelelahan yang melanda kami. Pukul 20.00 kami tiba di Sungai Karuh, kami bergegas membuka tenda, membersihkan badan dan menyiapkan makan malam. Sungai Karuh biasa dijadikan pendaki sebagai tempat camp pertama sebelum melanjutkan kehari selanjutnya untuk memulai pendakian lagi menuju puncak.

Sungai Karuh - Jumantir - Simpang Tiga Haraan
Pagi hari 19 April 2019 kami terbangun dan langsung meuju air terjun di Sungai Karuh untuk membersihkan badan kemudian sarapan dan mempersiapkan barang-barang untuk melanjutkan pendakian dihari ke dua. Kami muali pendaikan pagi itu pukul 10.00 dengan medan tanjakan yang cukup terjal, batang pohon, akar pohon, tanah becek, batu berlumut hingga terhisap hewan pacet semua itu menjadi balada dalam pendakian kami menuju Jumantir. Kami menemukan beberapa medan pendakian yang curam di pinggir tebing, batang pohon tua yang tergeletak dan mulai rapuh oleh rayap, cahaya matahari semakin minim menembus hutan dan suasana semakin lembab. Kami sampai di Jumantir pukul 13.00, sekirat 3 jam kami tempuh menuju Jumantir dari Sungai Karuh. Di Jumantir kami masak, makan siang dan beristirahat. Jumantir berada di ketinggian 1.006 mdpl.

Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak pukul 14.00, kami lansung disambut dengan tanjakan yang cukup terjal. Tak lama kami berjalan hujan mulai mengguyur, kami menngunakan jaket hujan dan mulai berjalan. Pacet semakin banyak menyerang kaki kami, lumut semakin tebal menyelimuti permukaan batang pohon dan batu-batu. Tanjakan dan medan landai silih berganti mengiringi langkah kaki kami menuju puncak. Menjelang magrib kami beristirahat sejenak di Pohon besar yang sering disebut dengan pintu masuk Halau Halau. Perjalanan kami terhenti di Simpang Tiga Haraan karena malam semakin larut dan fisik kami sudah lelah dan perlu beristirahat, kami tiba di Simpang Tiga Haraan pukul 20.00 malam, suhu pada malam itu mulai begitu dingin. Kami makan malam kemudian beristirahat dan berencana melanjutkan perjalanan kami menuju puncak pukul 04.00 subuh esok hari.

Simpang Tiga Haraan - Lembah Cirit - Penyaungan Bini - Penyaungan Laki - Puncak
Pukul 03.45 subuh kami bangun dan mempersiapkan barang-barang secukupnya untuk dibawa ke puncak. berbekal air minum secukupnya, head lamp yang kami bawa masing-masing, tracking pool, dan jaket tebal. Hari masih gelap kami mulai memacu langkah melewati Lembah Cirit kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Penyaungan Bini. Kami beristirahat di Penyaungan Bini sekitar jam 05.30, sekitar 30 menit kami beristirahat sambil menunggu dua rekan kami yang sedang mengambil air untuk dibawa dalam perjalanan kami ke puncak. Personil kami kembali lengkap dan kami siap mendaki Penyaungan Laki hingga puncak. Jalan menuju puncak sangat ekstrim dengan kemiringan sekitar 50͒, kami harus melewati batu-batu besar yang diselimuti lumut tebal dan akar-akar pohon yang licin. Kami harus melalui pendakian yang sulit ini sekitar satu jam setengah hingga kami mulai melihat puncak Gunung Halau-halau di hadapan kami. Pukul 07.30 kami tiba di puncak, tidak urung saya menahan air mata menetes. Rasa lelah, haru, bahagia hingga rasa tak menyangka bisa mencapai puncak tertinggi di Kalimantan Selatan. Kami memerlukan tiga hari untuk dapat berada diatas puncak tertinggi ini.

Puncak Gunung Halau Halau menyajikan pemandangan yang amat luar biasa indahnya, hamparan awan yang menggumpal putih menyelimuti tiap sisi puncak, bak negeri diatas awan. Dari puncak gunung kita dapat melihat barisan gunung-gunung Meratus. Bentangan alam yang begitu indah memberi kesan kuasa ilahi yang maha besar dan luas. Angin yang berhembus ditambah dengan udara yang dingin menjadikan suasana di puncak gunung tertinggi di Kalimantan Selatan teramat syahdu. Tidak mengunggu waktu lama kami langsung mengambil banyak foto dari berbagai garis alam. tak perlu menggunakan kamera mahal dan tak perlu aplikasi foto edit karena pemandangan alam dari puncak gunung telah memberikan keindahannya.


Dua jam kami menikmati suasan damai di puncak gunung Halau- Halau dan kemudian kami mulai bergegas melanjutkan perjalanan untuk turun menuju tenda kami di Simpang Tiga Haraan, kami berencana malam 20 April kami akan bermalam di Sungai Karuh dan tanggal 21 April kami menuju Desa Kiyu dan langsung pulang ke Banjarmasin.

Tips jika ingin melakukan perjalanan ke Gunung Halau-Halau
1. Pastikan jasmani dan rohani benar - benar sehat dan baik
2. Telah melakukan latihan fisik sebelum melakukan pendakian
3. Jangan lupa melapor dan minta izin di basecame Desa Kiyu sebelum memulai pendakian
4. Tidak merusak alam, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak dan mencoret-coret
    batu dan sebagainya
5. Menjaga kesopanan dan tatakrama sesuai kearifan masyarakat setempat selama melakukan
    mendakian
6. Jangan lupa membawa jaket, SB yang dapat menghangatkan tubuh, karena puncak Halau-Halau
    sangatlah dingin
7. Bawa bahan makanan secukupnya dan yang tidak meninggalkan sampah bekas makan
8. Siapkan perlengkapan berkemah yang memadai dan jangan lupa membawa P3K
9. Jangan lupa membawa semprotan anti nyamuk yang dapat membantu mengurangi serangan
    nyamuk, serangga hingga pacet
10.Hindari perjalanan malam.. wkwkwkwkwk
11.Ambil foto perjalanan pulang dan pergi sebanyak-banyaknya



Wednesday, April 10, 2019

PULAU BROMO KELURAHAN MANTUIL KOTA BANJARMASIN

PULAU BROMO KELURAHAN MANTUIL
KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN
KOTA BANJARMASIN
10 April 2019
Riam Faradigma
NalarAsa

Pulau Bromo merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di bagian selatan Kota Banjarmasin. Pulau tersebut tidak cukup akrab didengar dan diketahui oleh warga Banjarmasin, padahal Pulau Bromo telah ada sekitar 30 tahun yang lalu. Secara administrasi Pulau Bromo merupakan pulau delta yang mempertemukan antara sungai Mantuil dan Sungai Barito masuk dalam Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Pulau Bromo dahulunya merupakan kawasan industri kayu dari PT Austral Byna Plywood. Cukup lama industr tersebut beroperasi di Pulau Bromo dan pada akhirnya perusahaan tersebut ditutup dengan meninggalkan sekelumit permasalahan dengan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Saat ini yang tertinggal adalah bangunan dan mesin-mesin industri yang terbengkalai. 

Menurut data 2017 jumlah penduduk Pulau Bromo sebayak 1.150 penduduk terdiri dari 75 kepala keluarga, 4 RT dan 1 RW. Warga Pulau Bromo hidup secara dinamis dengan beragam suku dan budaya. Dari hasil kunjungan kami, di Pulau Bromo kami menemui beberapa suku dalam kehidupan masyarakat seperti suku banjar, jawa, dayak, bugis dan makkasar. Kepercayaan yang dipeluk oleh warga masyarakat Pulau Bromo yaitu islam dan keristen. Warga yang menetap di Pulau Bromo dahulunya bermigrasi untuk bekerja di industri kayu PT Austral Byna Plywood. Perusahaan tersebut cukup besar dan memiliki banyak karyawan. Sampai pada perusahaan tersebut tidak beroperasi lagi, maka para pekerjanya yang tetap menetap di Pulau Bromo mencari pekerjaan lain, diantranya kuli bangunan, buruh, petani, nelayan, pedagang dan pekerja serabutan. Tidak sedikit warga yang masih menempati rumah-rumah dinas/ mes-mes perusahaan sebagai tempat tinggal.



Pulau Bromo dengan batasan administrasi yang tidak luas memiliki fasilitas pendidikan seperti 1 TK,
SDN dan 1 Madrasah. Fasilitas pendidikan di Pulau Bromo merupakan fasilitas peninggalan dari PT
Austral Byna Plywood. Pada masa kejayaan perusahaan kayu tersebut memiliki banyak fasilitas-fasilitas pendukung yang bersifat kemasyarakatan, seperti mesjid, lapangan olah raga, dermaga, jalan,
pendidikan, kesehatan dan rumah-rumah dinas pekerja. Fasilitas yang masih berdiri dan dapat digunakan oleh warga setempat adalah fasilitas pendidikan dan mesjid. Warga masyarakat Pulau Bromo jika ingin melanjutkan pendidikan kejenjang SMA dan perguruan tinggi harus ke Kota Banjarmasin.

Pulau Bromo masuk dalam kategori desa tertinggal, secara legalitas dataran Pulau Bromo masih bersengketa antra Pemerintah Daerah dengan PT Austral Byna Plywood dan masih berlangsung hingga kini. Untuk mencapai Pulau Bromo hanya dapat menggunakan transportasi sungai, yakni jalur Sungai Mantuil dengan waktu penyeberangan sekitar 5-7 menit. Kapal penyeberangan yang mengangukut warga dan barang bawaan, juga mengangkut kendaraan roda dua. Saat kunjungan kami di akhir bulan Maret 2019 hanya terdapat 1 kapal kayu berukuran sedang yang melayani penyeberangan Pulau Bromo. Kapal penyebrangan ini dikelola oleh masyarakat setempat dan bukan merupakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Dalam perjalanan kami ke Pulau Bromo menggunakan kendaraan roda dua sehingga tiket penyeberangan yang harus kami bayar sebesar Rp. 6.000 pulang pergi, kapal tersebut jauh dari standat keamanan berlayar sehingga tidak jarang ada penumpang kapal yang terjatuh ke sungai. Kondisi dermaga penyebrangan jauh dari standar layak dan aman, hanya berbahankan papan-papan yang di jejer. 




Beberapa ruas jalan di Pulau Bromo yang dahulunya masih berupa titian yang tersusun dari papan-papan, kini telah ditingkatkan menjadi titian beton oleh pemerintah Kota Banjarmasin. Ketika kapal penyeberangan merapat pada dermaga yang sangat sederhanan di Pulau Bromo nampak pemandangan lapak-lapak pedagang yang kosong. Kawasan itu nampak seperti pasar temporer yang beroperasi sekali dalam seminggu. Pulau Bromo jauh dari pemandangan kawasan rindang, susunan rumah-rumah temporer yang terbuat dari kayu lengkap dengan jamban berjejer di bantaran sungai menjadi pemandangan saat berada di atas kapal penyeberangan. Vegetasi dari Pulau Bromo adalah rawa pesisir, tanah basah dan tumbuhan rawa. 

Kami menyempatkan berdialog dengan warga setempat dalam kunjungan kali itu, besar harapan warga agar pemerintah dapat membangun jembatan penyeberangan dari Pulau Bromo ke Kelurahan Mantuil. Warga membutuhkan jembatan untuk memudahkan akses untuk keluar masuk Pulau Bromo. Jembatan tersebut diharapkan dapan mendorong pembangunan di Pulau Bromo dan meningkatkan ekonomi warga setempat. Dengan adanya jembatan maka anak-anak mereka yang ingin melanjutkan sekolah ke Kota Banjarmasin akan lebih mudah dan murah. Warga setempat juga berharap agar permasalahan sengketa daratan Pulau Bromo antara PT Austral Byna Plywood dan pemerintah daerah cepat menemukan titk terang sehingga warga setempat dapat hidup lebih tenang dan aman. Warga berharap pemerintah memberi perhatian dalam bentuk membunga lapangan pekerjaan dan lapangan usaha agar dapat menyerap warga setempat sebagai tenaga kerja dan warga dapat berusaha. Warga berharap adanya peningkatan pada fasilitas dan tenaga pelayanan masyarakat khususnya dibidang kesehatan dan pendidikan.
Jika cita-cita pemerintah daerah ingin menjadikan Pulau Bromo sebagai salah satu wilayah destinasi pariwisata maka perlu banyak pembenahan dan perbaikan diberbagai bidang, karena menurut Nuryati, (1994) dasar pengembangan pariwisata adalah suatu proses berkesinambungan untuk melakukan matching dan adjustment yang terus menerus antara sisi supply dan demand kepariwisataan yang tersedia untuk mencapai misi yang telah ditentukan. Sedangkan potensi pariwisata mengandung makna upaya untuk lebih meningkatkan sumber daya yang dimiliki oleh suatu objek dengan cara melakukan pembangunan unsure-unsur fisik maupun non fisik dari system pariwisata sehingga meningkatkan produktivitas.

Salam NalarAsa

Tuesday, April 2, 2019

MEMBANGUN LITERASI DIGITAL DALAM MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

MEMBANGUN LITERASI DIGITAL DALAM MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0
04 April 2019
Riam Faradigma
NalarAsa


1.      Sejarah Revolusi Industri
Awal terjadinya fenomena revolusi industri dimulai pada tahun 1750-1850 dengan memberi perubahan besar dibidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi. Perubahan yang terjadi akibat terjadinya revolusi industri memberi dampak pada kondisi sosial, ekonomi dan budaya. Revolusi industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar hingga ke seluruh dunia. Revolusi industri ditandai dengan adanya penemuan mesin uap yang kemudian dari mesin tersebut diaplikasikan untuk dapat menghasilkan dan memperbanyak produksi barang di Eropa.
Faktor yang mendasari terjadinya revolusi industri yaitu terjadinya revolusi ilmu pengetahuan ditandai dengan bermunculannya para ilmuan seperti Francis Bacon, Rene Descartes, Galileo Galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian. Disamping itu ada beberapa hal yang turut serta dalam mendorong terjadinya revolusi industri diantaranya: (1) Situasi politik tidak stabil; (2) Bahan tambang yang berlimpah di Inggris; (3) Penemuan dibidang teknologi; (4) Kemakmuran di Britania Raya; (5) Pemerintah memberikan perlindungan terhadap hak paten dan (6) Urbanisasi penduduk.
Revolusi memberikan perubahan yang tajam hingga mengubah tatanan sosial kehidupan masyarakat hingga tatanan Negara yang memberikan dampak yang luas, mencakup bidang ekonomi, budaya dan politik. Revolusi industri menjadi sinyal titik balik dalam peradaban dunia, seluruh bidang kehidupan merasakan dampaknya. Dampak yang dirasakan khususnya pada pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dampak di bidang sosial berkenaan pada perkembangan urbanisasi, upah pekerja rendah, munculnya golongan pengusaha dan golongan pekerja, adanya kesenjangan antara pengusaha dan pekerja hingga munculnya revolusi sosial.

2.      Revolusi Industri 1.0, 2.0, 3.0, 4.0
Ekonomi acap memperbincangkan segala upaya manusia dalam menghadapi kelangkaan. Revolusi industi hadir untuk menaklukan kelangkaan tersebut dengan resolusi-resolusi yang lebih efektif dan dapat menghemat waktu, tenaga dan uang yang mana dapat menggunkannya untuk mengatasi kelangkaan lainnya.
Revolusi industri 1.0 ditandai dengan ditemukannya dan digunakannya mesin uap untuk memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dengan lebih efektif dan murah. Berkat adanya mesin uap, produksi barang dapat dilakukan dimana saja. Adapun dampak negatif dari mesin uap ini adalah pencemaran udara dan limbah-limbah pabrik lainnya. Dengan adanya mesin uap Imperialis Eropa dapat menaklukan Asia dan Afrika dengan cepat dan mudah.
Revolusi industri 2.0 yang terjadi di abad-20 tenaga uap diganti dengan tenaga listrik. Adanya tenaga listrik tidak dapat serta merta menyempurnakan produksi pabrik, sehingga masih jauh dari produksi pabrik modern dimana masih membutuhkan banyak tenaga kerja. Revolusi industri kedua berdampak pada kondisi militer di Perang Dunia II. Ribuan tank, pesawat dan senjata-senjata tercipta dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Perubahan kondisi masyarakat pada revolusi industri 2.0 ini yaitu masyarakat mulai meninggalkan kegiatan agraris menuju masyarakat industri.
Hadirnya revolusi industri 3.0 muncul dengan kecanggihan informasi hingga meninggalkan era industi. Revolusi diera informasi mulai menjalankan mesin-mesin secara otomatis, komputer hingga robot. Mesin-mesin tercipta semakin canggih seperti penemuan konduktor, disusul transistor, lalu integrated chip (IC) membuat komputer dengan ukuran semakin kecil, membutuhkan tenaga listrik yang kecil, sedangkan kemampuannya semakin melangit.
Revolusi industri 4.0 membawa isu revolusi teknologi dan revolusi digital yang didukung dengan kemampuan jaringan internet. Bukti dari mulai bergeraknya revolusi industri 4.0 dengan smart phone canggih yang berada hanya dalam genggaman tangan, di dukung dengan jaringan internet guna akses big data. Ravolusi ini memberi dampak yang sangat signifikan pada kondisi sosial masyarakat. Segala urusan yang kemudian dapat dipermudah bahkan dapat digantikan oleh kecanggihan teknologi dan digital pada revolusi industri 4.0

ULASAN

Internet bersama dengan perangkat mobile phone untuk mengakses big data merupakan bentuk yang teraktual bahwa revolusi industri 4.0 telah memberi dampak yang menggurita hingga ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mobile phone sudah begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia, sampai-sampai sudah tidak asing lagi melihat bocah dengan lincah menggunakan smartphone. Dari mulai bangun pagi, naik kendaraan, di sekolah, di kantor, sampai pulang kembali ke rumah manusia yang berada dalam balada revolusi industri 4.0 tidak dapat absen untuk membuka smartphone , baik untuk berkomunikasi, mencari informasi, melakukan transaksi, mencari hiburan atau sekedar mengecek status media sosial. Dengan menjamurnya perangkat mobile dan online untuk mengakses big data, ada tiga hal yang muncul sebagai dampak dari revolusi industrI 4.0 menjadi inti untuk mewakili fenomena masyarakat informasi yaitu kecepatan (speed), virtualitas (virtuality) dan jaringan (net working).   
Jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat. Hal ini, selain karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap internet dan dukungan infrastruktur, juga karena semakin menjamurnya perangkat mobile yang mampu mengakses internet sehingga orang tidak harus menggunakan PC atau laptop. Apalagi perangkat mobile harganya semakin terjangkau sehingga semua lapisan masyarakat dapat memilikinya. Sama halnya dampak yang terjadi akibat adanya revolusi industrI mulai dari awal terjadinya revolusi industrI 1.0 – 4.0 tidak dinafikan bahwa akan memberikan dampak kepada masyarakat. Para ahli berpandangan terkait permasalah dampak revolusi industrI 4.0 terhadap masyarakat, ditemukan tiga intepretasi yang berbeda mengenai bagaimana revolusi teknologi berdampak, diantaranya: (1) instrumentalisme teknologi, memegang dua keyakinan inti diantaranya teknologi secara esensial yang bersifat netral dan tidak mengandung nilai serta teknologi patuh dimana tundunk terhadap perintah manusia; (2) determinisme teknologi, mempercayai akan potensi teknologi untuk  membawa perubahan social pada tingkat makro atau masyarakat; (3) substantivisme teknologi, menentang kepercayaan deterministic terhadap sifat netralitas dan kebenaran teknologi.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan pendududk di Indonesia akan terus meningkat hingga 2035. Jumlah penduduk diprediksikan akan mencapai 305,6 juta jiwa, sekitar 70% merupakan usia produktif. Besarnya jumlah penduduk merupakan potensi yang baik jika berbanding lurus dengan kemampuan SDM yang berkualitas, salah satunya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dan komunikasi secara positif dan produktif. Jika tidak, malah akan menimbulkan banyak permasalahan. Indonesia bukanlah negara yang tertinggal dalam hal teknologi informasi, terbukti dari jumlah kepemilikan gadget hingga yang paling canggih. Hal ini, mengapa Indonesia dipandang sebagai pasar yang potensial untuk produk-produk teknologi, dimana jumlah pengguna kebanyak berasal dari usia-usia produktif atau dapat dikategorikan pada zona generasi milenial. Generasi milenial menjadi salah satu unsur bangsa ini yang akan menentukan wajah Indonesia ke depan. Jumlah mereka yang setengah dari penduduk Indonesia dan menjadi faktor penentu perubahan.  
CEO Office Strategi Development Tokopedia, Doni Nathaniel (Beritasatu.com, 2017) mengungkapkan, perkembangan dunia digital di Indonesia sejalan dengan penetrasi internet di Indonesia yang terus meningkat, sehingga perlu mulai mempersiapkan skill digital native. Dengan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, masyarakat Indonesia dapat mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan teknologi untuk pembangunan bangsa dalam hal peningkatan ekonomi digital. Generasi milenial harus cerdas dan memiliki literasi digital yang memadai agar kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadi berkah dan mendorong kemajuan. Generasi milenial yang melek digital akan menjadi salah satu modal utama untuk membangun bangsa ini ke depan. Dampak kemajuan teknologi dan komunikasi yang tidak dibarengi dengan literasi digital maupun kesadaran untuk memanfaatkan media digital secara positif memang sangat beresiko.
Revolusi industri 4.0 mengantar masyarakat Indonesia untuk turut menikmati perkembangan teknologi, salah satunya melalui media sosial dan perangkat jejaring sosial digital lainnya. Perkembangan teknologi yang menjadi efek dari revolusi industri 4.0 menjadikan masyarakat terlena dengan kecanggihan teknologi yang hanya berada digenggaman tangan hingga meninggalkan radio, televisi dan media cetak. Masyarakat telah piawai dalam mengakses jaringan dengan teknologi melalui media-media sosial digital, konten-konten yang bejubel pada wall media soaial. Konten-konten memiliki pesan dan maksud yang beragam, mulai dari urusan dunia hingga urusan akhirat, konten positif hingga negatif, konten edukasi hingga provokasi dan masih banyak lagi.
Melihat fenomena dampak revolusi industri yang merambah pada kehidupan sosial masyarakat bangsa Indonesia, perlu adanya penerapan literasi digital dimasyarakat agar tidak menimbulkan kerusakan pada konteks sosial masyarakat. Upaya yang dapat diaplikasikan untuk membangun literasi digital pada masyarakat, diantaranya: (1) Cerdas, memanfaatkan internes secara baik dalam arti tepat guna, aman sesuai etika, budaya, dan norma yang berlaku; (2) Kreatif, menciptakan karya baru yang berpotensi memberikan manfaat dan nilai tambah; dan (3) produktif, mendapatkan atau memberikan manfaat yang maksimal dari penggunaan teknologi dan internet, untuk diri sendiri dann orang lain. Menggunakan media sosial dengan memperbanyak situs-situs kreatif dan produktif untuk menginspirasi masyarakat agar menciptakan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan minat.

KESIMPULAN

Kunci dari pertumbuhan masyarakat menuju arah yang lebih baik adalah bagaimana mereka khususnya generasi milenial dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi tersebut secara bijak, cerdas dan optimal. Semua itu upaya menciptakan Human Intelligent Society dengan menerapka teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aspek kehidupan. Revolusi industri pada era modern saat ini membuat semuanya terhubung satu dengan lainnya melalui jaringan internet atau bias disebut dengan Internet of Things. Kondisi ini akan menciptakan nilai baru dalam masyarakat melalui kekuatan teknologi informasi dan komunikasi. 
Pada masa-masa mendatang, nilai dalam masyarakat akat tercipta melalui ekosistim digital. Semua dimungkinkan berkat jaringan digital yang menghubungkan manusia dan berbagai benda yang ada di sekitarnya. Jarak dan waktu bukan lagi menjadi penghalang bagi masyarakat maupun industri. Dunia terus tumbuh. Manusia dan benda akan saling terkoneksi dan berbagai informasi. 
  Kunci dalam menghadapi dunia seperti itu adalah bagaimana memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan tepat, dengan manusia sebagai pusat inovasi. Semua mimpi dan harapan yang diletakkan di atas harus bertumpu pada manusia yang cerdas dan bijaksana dalam memanfaatkan teknologi untuk tujuan yang positif dan produktif. Semua itu perlu upaya terencana dan sistematis karena teknologi tidak dengan sendirinya mencerdaskan masyarakat. Teknologi memang memberikan pengaruh bagi kehidupan manusia namun tidak berarti bahwa teknologi “menentukan” apa yang dapat kita lakukan, apa yang dapa kita maknai, jenis hubungan yang dapat kita miliki, apa yang kita pikirkan, dan siapa kita menjadi. 


Salam NalarAsa

Saturday, March 23, 2019

SENI HIDUP MINIMALIS

SENI HIDUP MINIMALIS
By Francine Jay
Genre:  Sosiologi
20 Maret 2019
Riam Faradigma
NalarAsa
Seni Hidup Minimalis, merupakan tindakakan yang berawal dari pemikiran untuk hidup dengan konsep pemenuhan kebutuhan hidup sesuai dengan yang diperlukan secara berkesinambungan. Hal tersebut tidak dilakukan berdasarkan sebuah standar atau pun keterpaksaan tetapi dijalani secara sadar dan bahagia dalam memenuhi kebutuhan yang bersifat prioritas dan hal tersebut telah mewakili seluruh kebutuhan mendasar dalam kehidupan.

"hidup sederhana itu indah dan tidak membuat kita rendah"


Untuk memahami hidup minimalis perlu dilakukan perubahan terhadapat anggapan terhadap barang-barang yang dimiliki. Barang-barang hanyalah benda yang hadir karena diciptakan manusia sehingga manusia secara bebas dapat memperlakukannya dengan fungsi dan kegunaannya diwaktu yang dibutuhkan. Membangun cara hidup yang minimalis pertama harus dipahami, diketahui kegunaannya dan diproyeksikan sebesar apa memberi dampak pada kehidupan.
" Barang tercipta untuk melayani manusia, bukan manusia hadir untuk melayani barang-barang"

Francine Jay, membagi jenis barang menjadi tiga kategori, yaitu: (1) Barang fungsional, yaitu barang-barang yang memiliki kegunaan dan dapat membantu kehidupan, (2) Barang Dekoratif, yaitu barang-barang yang diperuntukan untuk menjadi barang dekorasi atau barang yang dapat dipajang, dan (3) Barang Emosional, yaitu barang-barang yang memiliki nilai emosional atau kenangan seperti barang peninggalan dari masa lalu. Barang-barang yang mengelilingi kehidupan dapat mewakili ketiga kategori benda seperti gelas dan piring yang memiliki fungsi sebagai wadah makan dan minum tp dapat juga dijadikan barang pajangan atau bahkan dapat masuk dalam kategori barang yang memiliki nilai emosional jika wadah makan dan minum tersebut diperoleh dari pemberian orang-orang terdahulu.

Dasar pemikiran dari seni hidup minimalis, yaitu:
  1. Kenali kegunaan setiap barang mu. Tidak ada salahnya sejenak mengelilingi rumah atau apartmen untuk melihat-lihat barang-barang yang ada disekitar kehidupan kita. setelah menemukan dan pengetahui dengan sadar barang apa saja yang kita temukan setelah mengelilingi rumah atau aprtmen maka kita dapat simpulkan sejauh apa kegunaan dan dampak keberadaan barang-barang tersebut untuk kehidupan kita.
  2. Anda bukan lah barang anda. Barang-barang yang kita miliki tidak serta merta mewakili siapa diri kita. Kehidupan yang sesungguhnya tidak diwakili atas barang-barang yang dimiliki tetapi manusialah yang menentukan barang-barang apa saja yang dapat memenuhi kebutuhan. 
  3. Sedikit barang = sedikit stres. semakin banyak barang maka akan semakin banyak hal-hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan untuk menggunkan barang-barang tersebut, namun sebaliknya semakin sedikit barang maka akan semakin sedik hal-hal yang dipikirkan untuk menggunkan dan memperlakukan barang-barang tersebut. sedikit stres akan membuat hidup terasa lebih ringan dan santai.
  4. Sedikit Barang lebih merdeka. Barang yang tak banyak menjadikan pikiran lebih tenang. tak perlu banyak kehawatiran apabila mau berpergian karena tidak banyak barang yang harus di urus dan difikirkan. perjalanan dapat lebih tenang dan tidak memaksa untuk cepat-cepat kembali hanya karena kekhawatiran akan barang-barang.
  5. Jadilah penjaga pintu yang baik. Harus menjadi penjaga atas barang-barang yang akan dibawa ke rumah. memastikan kenapa barang tersebut harus ikut beserta masuk ke dalam rumah. Jika barang tersebut tidak memiliki fungsi yang cukup penting dan dapat diwakili dengan barang lainnya atau barang tersebut hanya perlu dinikmati saat diluar rumah tanpa harus ikut masuk ke dalam rumah, maka pastikan barang tersebut tidak menambah menyesakan ruang di dalam rumah.
  6. Menyukai tanpa memiliki. Tidak semua barang yang disenangi dan diinginkan harus dibawa serta ke rumah, karena ada barang-barang yang disukai cukup dengan dinikmati di tempatnya berada dan yang dibawa pulang adalah pengalaman dan rasa puas atas barang yang dapat dinikmati. Barang tersebut akan menjadi pas jika berada ditempatnya, apabila barangg tersebut dipaksakan untuk diikutsertakan ke dalam rumah maka akan ada waktu, tenaga, ruang dan biaya lebih untuk melayani barang yang sifatnya bukan primer.
  7. Bahagia dengan cukup. Cerdas dalam memanajemen barang-barang dalam kehidupan agar dapat berguna dan dapat melayani kehidupan sesuai fungsinya. tak perlu membawa semua barang ke rumah jika barang tersebut dapat dinikmati di luar rumah apalagi barang tersebut hanya dinikmati pada waktu-waktu yang tertentu saja. Bijaknya memanajemen barang akan menghemat biaya, waktu, ruang, tenaga dan pikiran.



Landasan pemikiran seni hidup minimalis dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan santai, ringan dan dinikmati. Dapat dimulai dari mulai dari sekarang; menggunkan sistem buang, simpan, berikan atau bahkan dijual; mencari alasan setiap barang; menaruh barang pada tempatnya; biasakan untuk semua permukaan harus bersih dari barang; harus mengklasifikasi barang pada tiap ruangnya; berikan baras ruang pada setiap barang; jika satu barang masuk maka harus ada satu barang yang keluar; kurangi barang-barang dan lakukan semua kegiatan yang diaplikasikan tadi dengan merawat setiap hari.


Aplikasi hidup minimalis dapat di terapkan dari ruang ke ruang. Mudahnya dapat mengaplikasikan strategi diatas dari:
  1. Ruang keluarga
  2. Ruang tidur
  3. Ruang pakaian
  4. Ruang kerja
  5. Kamar mandi
  6. Ruang penyimpanan/ gudang
  7. Dapur dan ruang makan

Seni Hidup Minimalis merupaka cara pandang yang kemudian menjadi cara hidup. manusia senantiasa hidup berdampingan dan memberikan pengaruh yang baik kepada orang disekitar adalah hal yang baik. layaknya manusia pada umumnya yang hidup dengan keluarga, sahabat serta kawan, menularkan cara pandang hidup minimalis ini adalah baik namu tidak mudah. Membentuk dan mengubah cara hidup seseorang pasti memerlukan proses dan waktu, sehingga diperlukan cara agar tidak menciptakan ketidak nyamanan atas pemaksaan atas kehendak untuk hidup seperti yang kita inginkan. adapun cara mempengaruhi orang lain agar dapat memiliki cara hidup minimalis, yaitu:
  1. Memberikan contoh
  2. Memberikan ruang khusus untuk menaruh apa saja
  3. Mengajak melihat ruangan yang penuh dengan barang-barang tersebut
  4. Mengajak berinisiatif untuk menaklukan barang-barang tersebut
  5. Membuat Jadwal
  6. Menyiapkan wadah penyimpanan, pembuangan, pemberian, penjualan serta wadah daur ulang
  7. Bangun disiplin untuk menjaga

Tuesday, February 12, 2019

BIJAK BERSOSIAL MEDIA

BIJAK BERSOSIAL MEDIA
SOCRATES CAFE REVIEW
by Sahrul Mauludi
Genre : Sosiologi
07 Februari 2019
Riam Faradigma
NalarAsa
Bijak, Kritis & Inspiratif Seputar Dunia& Masyarakat Digital

Buku yang diterbitkan oleh PT Alex Media Komputindo ditahun 2018 yang ditulis oleh Sahrul Mauludi memberi pandangan yang mendalam terhadapat tindakan yang bijak dalam menggunakan internet dan komputasi  dalam komunikasi digital. Mengutip Faithe Wampen " Internet dan komputasi telah menyentuh setiap bagian dunia. ini berarti bahwa literasi digital adalah suatu keharusan untuk mengikuti perkembangan dunia kita yang terus berubah". Dengan semakin berkembangnya alat komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari akan membawa serta dampak dari perkembangan tersebut. Dampak yang begitu terasa yaitu timbulnya perubahan pada kehidupan masyarakat. seperti yang dikatakan oleh McLuhan (1994) pakar media dan komunikasi asal Kanada bahwa" Kita yang membentuk alat-alat dan setelah itu alat-alat yang membentuk kita".

Dalam buku Socrates Cafe ini memberi banyak pandakan-pandangan bijak Socrates yang merupakan bapak filosofi dunia. Dikutip dari pandangan Donald R. Morrison " Dia (Socrates) adalah filsuf pertama yang sebenarnya. jika anda ingin mengetahui 'apa itu filsafat' salah satu jawaban yang bagus yaitu: filsafat adalah apa yang dilakukan dan dimulai oleh Socrates". Socrates selalu menimbukan pikiran yang cerdas. tidak sedikit pemikiran-pemikirannya dimasa itu memberikan relefansi dengan kondisi sosial sampai saat ini yaitu dalam bentuk nilai dan prinsip. Nilai dan prinsip yang bijak dapat diaplikasikan dalam berjalannya hidup seperti: (1) Pemahaman diri, (2) Kearifan konvensional (kepercayaan, opini, pengetahuan), (3) Otoritas moral dan spiritual, (4) kebebasan berbicara dan berpendapat, (5) berpikir dengan logika dan pengalaman personal. Sikap bijak yang dituangkan dalam tindak dan tanduk Socrates yaitu sikap kritis terutama pada diri sendiri. banyak bertanya pada diri sendiri dan sikap kritis yang tidak menggurui orang lain serta selalu menciptakan rasa keingintahuan dalam memebedah ilmu merupakan sifat socrates. ketidakinginan berhenti berfikir guna mencegah pensiun dini pada kerja akal untuk mencari dan menggali kebenaran dari setiap kebenaran.


konstelasi berfikir Socrates dijadikan pondasi dalam perubahan sosial yang diakibatkan oleh merambahnya internet dan komputasi dizaman sekarang. Mengutip pandangan Manuel Castell " Masyarakat kita adalah masyarakat jejaring (network society); yaitu sebuah masyarakat yang dibangun atas jejaring personal dan organisasional yang didukung oleh jejaring digital". Internet yang terpasang pada perangkat  mobile phone sangatlah melekat pada kegidupan sehari-hari. Usia tidak membatasi kesertaan dalam menggunakan mobile phone sebagai smart phone untuk mengakses segalah hal, hingga menjadikan orang-orang menjadi fokus terhadap hal yang dianggapnya asik. jelas terlihat adanya dampak dari tingkahlaku masyarakat dalam menggunakan internet dalam perangkat smart phone. Namun dengan maraknya penggunakan smart phone tersebut dapat membuat tiap-tiap individu menjadi lebih cerdas atau malah sebaliknya?

Masyarakat, Teknologi dan Internet.
Masyarakat dalam menggunakan teknologi dalam mengakses internet memberi dampak positif dan negatif. Kurangnya pemahaman terhadap mangaat tekonologi dan fungsi internet dapat merugikan pengguna, sebaliknya jika masyarakat memiliki pemahaman dalan menggunakan dan memanfaatkan internet paka akan memberi banyak keuntungan dan manfaat. salah satu kerugian yang ditimbulkan dari penggunaan internet yang salah adalah munculnya penyakit Skizofrenia Digital. Skizofrenia Digital adalah hadirnya sahabat imajiner dalam khayalan manusia. begitu asyiknya menikmati dunia digital sehingga menghilangkan jalinan sosial menjadikan seseorang menjadi pribadi individualis. Sikap individualis tersebut dapat menciptakan sahabat imajiner untuk menemani kesendirian.
Penggunaan teknologi dan internet dengan tidak bijak dapat menjadikan informasi overload. Dengan adanya teknologi digital menjadi seluruh lapiisan masyarakat dapat mengakses segala macam hal hingga sulit membedakan mana informasi yang dibutuhkan dan mana informasi yang dapat menjerumuskan. Hal tersebut dikarenakan ketidak pahaman dalam memahami informasin atau berita, apakah dapat diyakini kebenarannya atau sebaliknya. Mengutip pandangan Rhenald Kasali " kasihan melihat anak-anak muda yang makin pintar tapi hidupnya galau. Generasi ini pada gilirannya bermetamorfosa menjadi generasi wacana. Karena dulu selalu galau, setelah lulus hanya mampu berwacana. Ribut melulu, paling jauh cuma bisa buat heboh di media sosial, membuat meme, tapi tak berani bertindak. apalagi mengambil keputusan".

Hadirnya teknnologi digital memberi banyak perubahan sosial dimasyarakat, ditambah menjadi beragamnya alat komunikasi digital. Alat komunikasi digital merubah masyarakat sosial menjadi masyarakat digital. setiap orang semakin bebas berselancar di tiap-tiap akun media sosialnya. Memajang foto, membuat status, menampilkan video hingga berkomunikasi langsung via digital. kebebasan menggunakan teknologi digital menjadikan media ini syarat akan hal-hal yang tidak tertib dan karena kebebasnnya segala sesuatunya dapat diakses oleh masyarakat tanpa melihat usia dan tak terbatas waktu dan tempat. Indonesia merupak negara ke 5 teratas dalam penggunaan media digital di dunia. yang paling sering diakses adalah media sosial. hal ini mungkin saja karena jumlah penduduk yang cukup besar atau karena sifat konsumtif masyarakat indonesia atau bahkan banyaknya waktu luang masyarakat Indonesia sehingga aktivitas penggunaan media digital.

Jumlah pengguna internet di Indonesia sangat besar dan akan terus menagalami peningkatan, itu mengapa Indonesia disebut sebagai raksasa digital. Dikutip dari Discover America Converence, Brussels 27 Juni 1968 oleh Leo Cherne " Komputer sangat cepat, akurat dan bodoh. Manusia sangat lambat, tidak akurat dan brilian. Bersama-sama keduanya menjadi kekuatan luar biasa yang melampaui imajinasi".  tingginya penggunaan internet di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor seperti; (1) semakin tingginga kebutuhan informasi, (2) kebutuhan mendekatkan yang jauh, (3) sarana pendidikan dan pembelajaran, (4) jaringan bisnis yang aktif dan  (5) Sarana komunikasi massal, efektif dan cepat. Penetrasi internet di Indonesia semakin meningkat secara signifikan menjadikan pergeseran pada media-media lainnya. Hal ini disebabkan karena hadirnya perangkat media digital seperti smart phone yang telah terkoneksi dengan internet. Masyarakat semakin mudah mengakses beragam konten informasi, pengetahuan, hiburan dan lain-lain hanya dalam genggaman.

Jumlah penduduk di Indonesia yang cukup besar merupakan pasar yang memadai dalam memasarkan penggunaan internet dengan media smart phone ini menunjukan bahwa penduduk Indonesia telah melek teknologi. Namun dengan semakin luasnya penggunaan digital di Indonesia tidak diikuti dengan edukasi dalam menggunakan serta mengakses internet. Penetrasi penggunaan internet di Indonesia didominasi oleh penduduk berusia 25-34 tahun sebanyak 75,8% diikuti dengan penduduk berusia 10-24 tahun dan usia 35-45 tahun. Data pengguna dan pengakses internet didominasi oleh masyarakat berusia produktif masuk dalam kategori generasi milenial. Harapan terhadapat generasi milenial dalam menggunakan internet dalam mengakses internet dengan cerdas, kreatif dan produktif. itu mengapa perlu adanya  pemahaman dan pengetahuan dalam menggunakan internet sehingga menjadi bijak dan menjadikan media internet sebagai literasi digital. Manfaat literasi digital yaitu menjadi mengguna internet sebagai wadah berbagi informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dalam berbagai format. Literasi akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis dan kreatif.

Tidak sedikit hadirnya internet di tengah-tengah masyarakat Indonesia dengan ragam platform media sosial menimbulkan hal-hal yang bersifat negatif seperti; isue yang propokatif, menjadi korban informasi hoaks dan atau korban penipuan yang berbasis digital. untuk menjaga agar internet dapat berjalan searah sesuai norma dengan aturan di Indonesia sehingga pemerintah membuat kebijakan dalam produk UU ITE, yaitu memiliki fungsi untuk mengatur mengenai informasi dan transaksi elektronik, serta pengetahuan mengenai perbuatan yang dilarang. Mengutip Rudiantra, Menteri Komunikasi dan Informasi RI" jika digunakan dengan benar, media sosial dan teknologi digital akan menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. Bisa mempererat tali silaturahmi dan mempersatukan warganet dari sabang sampai marauke karena itu jangan sampai konten negatif di dalamnya. Penuh dengan hal-hal berguna. bagikan informasi yang telah kita saring kebenaran dan manfaatnya. jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada pikiran kita saat berhadapan dengan media sosial". UU ITE dibuat agar dapat mengatur pengguna internet sehingga terhindar dari tindak hate speech, pencemaran nama baik dan cyber bullying.

Idealnya internet memang seharusnya dapat memberikan manfaat sebesar besarnya bagi masyarakat, baik menambah informasi, meningkatkan wawasan, pengetahuan, memperluas jaringan, mendorong kreativitasan, menciptakan inovasi dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Salam NalarAsa...

Wassalamualaikum...


Tuesday, December 11, 2018

PENGEMBANGAN, KONSERVASI DAN PERUBAHAN IKLIM LAHAN GAMBUT

LAHANGAMBUT KALIMANTAN SELATAN
PENGEMBANGAN, KONSERVASI DAN PERUBAHAN IKLIM
12 Desember 2018
Riam Faradigma
NalarAsa

LAHAN gambut di Indonesia dikenal sangat unik dan multi fungsi yang ditunjukan oleh kekhasannya dalam (1) Proses pembentukannya, (2) Keragaman bahan penyusun dan diakumulasikan, (3) Keanekaragaman vegetasi (flora/fauna) hutannya saat ini, (4) Fungsinya sebagai wadah produksi (kayu, tanaman, ikan, burung dsb.), (5) Fungsi hidrologinya dan bentang lahan alami, dan (6) Fungsinya sebagai pengendali iklim global. Fungsi gambut yang terakhir yang merupakan isu penting dalam pembukaan dan pengembangan lahan gambut sekarang. Dewasa ini cukup besar pemanfaatan lahan gambut yang diikuti dengan program pemerintah dalam merevitalisasi perkebunan, yang dicemaskan akan berpotensi meningkatkan emisi gas rumah kaca (GRK).

Adapun dampak dari meningkatnya GRK adalah perubahan iklim global yang semakin dirasakan, yaitu: (1) Musim hujan yang semakin panjang dan intensitas yanng tinggi menjadikan banjir di berbagai tempat, (2) Musim kemarau yang ppendek dengan tingkat kekeringn yang lebih kuat, (3) Suhu udara yang semakin panas, (4) Munculnya hama dan penyakit yang meningkat sehingga kerusakan hasil pertanian semakin besar, dan (5) Penurunan jumlah pasokan air bersih. Dalam konteks gambut tropika dunia yang luasnya mencapai 50% berada di Indonesia, sebagai negara yang mempunyai luas lahan gambut terbesar keempat di dunia, dipandang penting memperhatikan rosot (sink) karbon yang ada di lahan gambutnya yang mencapai 40-45 juta ton karbon. Setiap satu juta hektar lahan gambut diperkirakan mempunyai potensi emisi GRK yang akan lepas ke atmosfer setara dengan 2,2-3,7 juta ton C per tahun. 

Kalimantan Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki lahan gambut dan lahan bergambut yang cukup luas di Indonesia dengan luas 254,950 ha (data tahun 2005). Lahan gambut di Kalimantan Selatan murni tersusun dari unsur karbon (C) sama dengan batu bara. Hanya saja jumlah kalori dari bahan gambut relatif lebih rendah antar 11-18 MJ/kg di banding dengan batu bara yang mencapai antara 23-28 MJ/kg. Namun demikian, gambut merupakan bahan yang mudah terbakar sehingga menjadi sasaran empuk bagi api, tidak jarang hingga setiap tahun Kalimantan tidak pernah alpa dari masalah kebakaran lahan gambut. Gambut yang terbakar melepaskan emisi karbon (GRK) yang cukup besar sehingga dikhawatirkan memicu terjadinya perubahan iklim. Di Kalimantan Selatan, lahan gambut dikembangkan untuk berbagai jenis komuditi pertanian dan kelapa sawit serta pengembangan perikanan seperti kolam atau tambak. Tidak sedikit lahan gambut di Kalimantan Selatan kembangkan menjadi perkebunan kelapa sawit selain itu ada perubahan fungsi lahan lahan gambut menjadi pemukiman, gedung dan pabrik-pabrik akibat tuntutan perluasan dan pengembangan wilayah.  

Ekosistem gambut bersifat rapuh artinya apabila perlakuan berlebihan tanpa memperdulikan kaidah-kaidah konservasi dan reservasi maka sifat biokimia dan watak bawaan lahan gambut akan berubah dan rusak. Pembukaan dan pemanfaatan gambut untuk pemanfaatan pertanian dan perkebunan serta dibangun di Kalimantan Selatan memberikan dampak ekologis yang semakin dirasakan dengan semakin banyak dan meluasnya kawasan banjir pada musim hukan dan kekeringan pada musim kemarau. Ancaman kebakaran hutan di Kalimantan Selatan pada lahan gambut terbuka lebih tinggi dan mudah meluas apabila tanpa diikuti dengan pengelolaan yang baik. Lahan gambut yang terbakar tidak saja mengalami kerusakan secara fisik, kimia dan biologi, tetapi juga menghilangkan fungsi gambut sebagai penyangga lingkungan antara lain berkenaan dengan fungsi hidrologis, biogeokimia dan biologis dari gambut, termasuk keanekaragaman hayati, perubahan iklim dan pemanasan global. 

Desakan pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan Selatan guna mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah, dipastikan eksploitasi terhadap sumberdaya lahan gambut semakin meluas dan intensif. Seperti sifat lahan gambut pada umumnya, lahan gambut di Kalimantan Selatan bersifat labil, dengan seiring waktu dapat berubah dikarenakan perubahan hidrologi, biogeokimia atau ekologi. Pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan Selatan termasuk dalam konteks pengembangan baik sebagai kawasan budidaya maupun kawasan lindung atau restorasi dihadapkan pada berbagai masalah yang menjadi isu utama, yaitu tentang: (1) Reklamasi dan pengelolaan air, (2) Kebakaran dan degradasi lahan, (3) Perubahan iklim dan pemanasan global, (4) Kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, (5) Pembalakan liar, dan (6) perdagangan karbon. 

Sejumlah daerah di Kalimantan Selatan yang meiliki lahan gambut tidak luput dari kerusakan, laju kerusakan lahan gambut di Kalimantan Selatan menjadikan lahan gambut menipis antara 0,5-1,5 meter dalam kurun waktu 20 tahun. Berdasarkan penyebab dan kondisi yang tersisa, kerusakan lahan gambut dapat dipilah dalam empat kategori, yaitu (1) Kerusakan ringan, (2) Kerusakan Sedang, (3) Kerusakan Berat, dan (4) Kerusakan Sangat Berat. Kerusakan lahan gambut di Kalimantan Selatan. Kerusakan lahan gambut di Kalimantan Selatan meliputi kerusakan fungsi lingkungan dan Kerusakan fungsi produksi serta kerugian secara ekonomi. 

Potensi luas dan rosot karbon lahan gambut serta pemanfaatannya bagi pengembangan wilayah umumnya dan masayarakat khususnya di Kalimantan Selatan antara lain untuk pertanian, perkebunan, perikanan, perternakan/ pengembalaan dan perhutanan-tani. dari data Wetlands Internasional (2005;2006) Luas lahan gambut di Kalimantan Selatan dibagi menjadi:
  1. Bergambut <50                   76,780 ha
  2. Gambut Dangkal                 79,470 ha
  3. Gambut Sedang                 78,770 ha
  4. Gambut Dalam                   76,710 ha
  5. Gambut Sangat Dalam       0
         Total Luas                           254,950ha
Dengan Cadangan karbon sebesar 85,04 juta t C. 
Lahan bergambut (tebal < 50 cm) dan kabut dangkal (tebal 50-100 cm) cocok untuk budidaya tanaman pangan (padi dan palawija), Gambut sedang (tebal 1-2 m) cocok untuk sayuran dan holtikultura, gambut dalam (tebal <4 m) dapat untuk perkebunan dengan budidaya terbatas, selebihnya berupa gambut sangat dalam (tebal >4 m) diarahkan untuk dijadikan kawasan konservasi dan restorasi atau kawasan lindung. Kondisi lahan gambut di Kalimantan Selatan sebagian masih berupa hutan alami, terutama tergolong gambut dalam, sehingga besar menjadi hutan sekunder, dan sisanya hutan gambut terdegradasi akibat pembalakan dan kebakaran. 

Pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan Selatan untuk pertanian dan perkebunan juga sering menimbulkan permasalahan terkait dengan tingkat kesuburannya yang rendah dan biofisik lahan yang rapuh. Namun apabila dikelola dan dibudidayakan dengan baik dan bijak, lahan gambut dapat memberikan hasil tanaman yang baik bahkan dapat mencapai produktivitas yang tidak kalah dengan tanah mineral (Noor,2001, Najiyati et al.,2005). Tingkat pemahaman terhadap sifat, watak dan ekologi lahan gambut dirasakan masih terbatas baik ditingkat masyarakat petani maupun di tingkat pelaksana teknis pada lembaga atau institusi pemerintah sehingga pemanfaatan dan pengolahan lahan gambut untuk pengembangan pertanian/ perkebunan kurang memperhatikan hakekat gambut sebagai sumber daya lahan yang rapuh dan mudah berubah.

Potensi Pemanfaatan Lahan Gambut di Kalimantan Selatan dapat dilakukan dengan terstruktur, meliputi:
  1. Pertanian di Lahan Gambut. Yang perlu diperhatikan adalah Pengelolaan air, hara serta pupuk, penyiapan lahan, pengendalian hama dan penyakit danAnlisis hasil usaha tani lahan gambut.
  2. Perkebunan di Lahan Gambut. Yang perlu diperhatikan adalah Penyiapan Lahan, Pengelolaan Air dan Tabat, Pemupukan dan Ameliorasi, Pengendalian hama dan penyakit dan analisi Hasil Usaha Perkebunan di Lahan gambut.
  3. Perternakan di Lahan gambut. jenis hewan ternak adalah Itik alabio, Kerbau rawa dan Analisis hasil ternak.
  4. Perikanan Rawa, macam sistem perikanan adalah sistem Beje, Sistem Keramba dan analisis hasil perikanan.
  5. Perhutanan-Tani. Yang perlu diperhatikan adalah Penyiapan lahan, Pembibitan, Penanaman dan pemeliharaan.
Lahan Gambut merupakan rosot karbon, tetapi juga sekaligus dapat menjadi sumber atau emitor gas rumah kaca (CO2, CH4 dan N2O) karena tersusun dari jaringan tanaman yang merupakan senyawa karbon. Perubahan iklim merupakan salah satu isu utama dalam pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. Pemerintah Kalimantan Selatan khususnya harus berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca yang diakibatkan karena kerusakan lahan gambut. Walaupun akitab dari kerusakan lingkungan dengan miningkatnya GRK baru dirasakan sekitar 50-100 tahun kemudian, tetapi hal ini dapat semakin cepat terjadi apabila penggunaan bahan bakar minyak bumi, batu bara, gas alam, termasuk pemanfaatan lahan gambut tanpa mengindahkan mitigasi perubahan iklim. Gejala dampak perubahan iklim semakin dirasakan seperti munculnya iklim yang tak menetu, banjir yang semakin sering dengan wilayah yang semakin luas, kekeringan semakin sering dengan suhu yang lebih tinggi, badai tsunami dan topan yang muncul tiba-tiba.

Oleh karena itu, mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim diperlukan mutlak mengingat kemampuan hutan dalam penyerapan CO2 sekarang sangat kecil dan semakin tahun terus menurun. Kelebihan emisi CO2 di muka bumi yang sekarang tidak memungkinkan apabila penyerapannya hanya mengandalkan hutan saja, karena diperlukan hutan seluas lima kali luas bumi untuk menyerap emisi karbon yang ada (Mudiyarso, 3002).

Besarnya potensi karbon dari lahan gambut apabila menjadi sumber karbon dikhawatirkan memacu terjadinya perubahan iklim yang besar. oleh karena itu, maka upaya-upaya dini untuk pencegahan terhadap percepatan perubahan iklim yang antara lain dengan mitigasi diperlukan- disamping antisipasi dalam bentuk adaptasi yaitu menciptakan teknologi-teknologi alternatif yang hemat energi dan efesien sangat diperlukan.

Pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan Selatan sering dikaitkan dengan emisi GRK, khususnya berkenaan dengan pengembanngan perkebunan kelapa sawit yang semakin pesat. Pengembangan kelapa sawit di lahan gambut, khususnya gambut dalam (tebal >3 m) mendapat banyak sorotan karena disinyalir dapat menyebabkan peningkatan emisi GRK yang mengakibatkan pemanasan baik diwilayah Kalsel, nasional hingga global. Besarnya emisi CO2 dari lahan gambut yang dimanfaatkan untuk budidaya pertanian dan perkebunan sangat dipengaruhi oleh sitem pengelolaannya. Dari hasil beberapa penilitian para ahli menunjukan bahwa tingkat emisi karbon dari masing-masing ekosistem (hutan, sagu, kelapa sawit) dipengaruhi antara lain oleh kelembaban, suhu dan muka air tanah. Idealnya dalm pemanfaatan lahan gambut perlu adanya pilihan-pilihan baik jenis komoditas maupun cara pemanfaatan dan pengelolaan yang menghasilkan GRK rendah. 

Lahan gambut di Kalimantan Selatan memiliki keragaman yang merupakan salah satu keunikan dari ekosistem rawa. Keberhasilan usaha pertanian dan perkebunan pada lahan gambut, termasuk emisi GRK yang dihasilkan dari lahan gambut sangat dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah gambut dan cara pengelolaan tanah dan air serta lingkungan. Besar emisi karbon yang dihasilkan lahan gambut juga dipengaruhi oleh jeluk muka air tanah. Semakin dalam air tanah (dari 30 cm sampai 90 cm) maka besar emisi CO2 semakin tinggi, tergantunng pada jenis dan lingkungan gambut.

Upaya mitigasi dan adaptasi ini sangat berkaitan dengan pembangunan bidang kehutanan dan pertanian dalam arti luas yang memanfaatkan lahan gambut. Sama halnya pada rehabilitas lahan gambut yang rusak di Kalimantan Selatan, penanaman kembali pada hutan-hutan gambut yang sudah gundul merupakan cara untuk memitigasi. konservasi hutang di Kalimantan selatan juga harus dilakukan yang tujuannya untuk meningkatkan penyerapan CO2 dari atmosfer termasuk juga dalam cara memitigasi. Konservasi hutan gambut tebal yang mengandung rosot karbon tinggi merupakan tindakan adaptasi. Pengembangan pertanian dan perkebunan di lahan gambut bersifat konservasi, artinya dapat menigkatkan emisi karbon karena memacu terjadinya pembongkaran gambut, tetapi sebaliknya kehadiran tanaman yang menutupi lahan gambut menjadi penambat karbon sehingga perlu kehati-hatian, misalnya dengan mengatur muka air permukaan dan air tanah tidak lebih dalam sehingga mencegah perombakan dan emisi karbon secara berlebihan. Perusahaan pertanian dan perkebunan di Kalsel  yang mengelola lahan gambut peru melakukan adaptasi untuk menjaga agar gambut di Kalsel tetap lestari dan mencegah terjadinya pelepasan karbon secara drastis.

Batasan-batasan dalam pengelolaan lahan gambut untuk kepentingan pembangunan perlu mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh. Namun batasan-batasan tersebut tidak diartikan sebagai penyempitan terhadap kesempatan dan peluang bagi masyarakat setempat dalam pemanfaatan lahan gambut secara baik dan berkelanjutan. Mengingat potensi gambut yang cukup baik bagi pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan. terlebih lagi, sebagian besar penduduk yang tinggal dan menggantungkan hidupnya di lahan gambut  masih miskin. 

Berdasarkan dinamika dan perubahan yang dapat terjadi pada lahan gambut dan lebih jauh untuk menghindari terjadinya penurunan terhadap sifat dan nilai produktivitas lahan gambut di Kalsel maka pengelolaan lahan gambut perlu mengikuti ketentuan-ketentuan normatif agar terhindar dari kerusakan atau ketidakberkanjutan dalam pemanfaatan. Ketentuan-ketentuan normatif tersebut antara lain:
  1. mencegah terjadinya percepatan amblas
  2. mencegah terjadinya pengatusan berlebihan
  3. mencegah pengelantangan atau tersingkapnya lapisan pitir
  4. menjegah terjadinya kering tak balik sehingga gambut menjadi rusak dan mati
  5. mempertahankan muka ir tanah dan aras sesuai dengan kebutuhan tanaman
  6. mempertahankan atau meng-konservasi air sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran
  7. mempertahankan kedar lengas tanah sesuai kebutuhan tanaman dan konservasi lahan gambut
  8. mencegah pembukaan dan penyiapan lahan dengan sistem bakar
  9. mencegah pembuatan saluran terlalu dalam
  10. menyediakan sepertiga areal pengembangan untuk dijadikan kawasan hijau atau konservasi air
  11. mencegah atau menghasilkan emisi gas rumah kaca yang rendah


PESAN PENTING DARI BUKU SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT

PENDEKATAN YANG WARAS DEMI MENJALANI HIDUP YANG LEBIH BAIK 10 AGUSTUS 2019 R. FARADIGMA NalarAsa Buku ini dapat membantu kita untuk ...