Tuesday, February 12, 2019

BIJAK BERSOSIAL MEDIA

BIJAK BERSOSIAL MEDIA
SOCRATES CAFE REVIEW
by Sahrul Mauludi
Genre : Sosiologi
07 Februari 2019
Riam Faradigma
NalarAsa
Bijak, Kritis & Inspiratif Seputar Dunia& Masyarakat Digital

Buku yang diterbitkan oleh PT Alex Media Komputindo ditahun 2018 yang ditulis oleh Sahrul Mauludi memberi pandangan yang mendalam terhadapat tindakan yang bijak dalam menggunakan internet dan komputasi  dalam komunikasi digital. Mengutip Faithe Wampen " Internet dan komputasi telah menyentuh setiap bagian dunia. ini berarti bahwa literasi digital adalah suatu keharusan untuk mengikuti perkembangan dunia kita yang terus berubah". Dengan semakin berkembangnya alat komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari akan membawa serta dampak dari perkembangan tersebut. Dampak yang begitu terasa yaitu timbulnya perubahan pada kehidupan masyarakat. seperti yang dikatakan oleh McLuhan (1994) pakar media dan komunikasi asal Kanada bahwa" Kita yang membentuk alat-alat dan setelah itu alat-alat yang membentuk kita".

Dalam buku Socrates Cafe ini memberi banyak pandakan-pandangan bijak Socrates yang merupakan bapak filosofi dunia. Dikutip dari pandangan Donald R. Morrison " Dia (Socrates) adalah filsuf pertama yang sebenarnya. jika anda ingin mengetahui 'apa itu filsafat' salah satu jawaban yang bagus yaitu: filsafat adalah apa yang dilakukan dan dimulai oleh Socrates". Socrates selalu menimbukan pikiran yang cerdas. tidak sedikit pemikiran-pemikirannya dimasa itu memberikan relefansi dengan kondisi sosial sampai saat ini yaitu dalam bentuk nilai dan prinsip. Nilai dan prinsip yang bijak dapat diaplikasikan dalam berjalannya hidup seperti: (1) Pemahaman diri, (2) Kearifan konvensional (kepercayaan, opini, pengetahuan), (3) Otoritas moral dan spiritual, (4) kebebasan berbicara dan berpendapat, (5) berpikir dengan logika dan pengalaman personal. Sikap bijak yang dituangkan dalam tindak dan tanduk Socrates yaitu sikap kritis terutama pada diri sendiri. banyak bertanya pada diri sendiri dan sikap kritis yang tidak menggurui orang lain serta selalu menciptakan rasa keingintahuan dalam memebedah ilmu merupakan sifat socrates. ketidakinginan berhenti berfikir guna mencegah pensiun dini pada kerja akal untuk mencari dan menggali kebenaran dari setiap kebenaran.


konstelasi berfikir Socrates dijadikan pondasi dalam perubahan sosial yang diakibatkan oleh merambahnya internet dan komputasi dizaman sekarang. Mengutip pandangan Manuel Castell " Masyarakat kita adalah masyarakat jejaring (network society); yaitu sebuah masyarakat yang dibangun atas jejaring personal dan organisasional yang didukung oleh jejaring digital". Internet yang terpasang pada perangkat  mobile phone sangatlah melekat pada kegidupan sehari-hari. Usia tidak membatasi kesertaan dalam menggunakan mobile phone sebagai smart phone untuk mengakses segalah hal, hingga menjadikan orang-orang menjadi fokus terhadap hal yang dianggapnya asik. jelas terlihat adanya dampak dari tingkahlaku masyarakat dalam menggunakan internet dalam perangkat smart phone. Namun dengan maraknya penggunakan smart phone tersebut dapat membuat tiap-tiap individu menjadi lebih cerdas atau malah sebaliknya?

Masyarakat, Teknologi dan Internet.
Masyarakat dalam menggunakan teknologi dalam mengakses internet memberi dampak positif dan negatif. Kurangnya pemahaman terhadap mangaat tekonologi dan fungsi internet dapat merugikan pengguna, sebaliknya jika masyarakat memiliki pemahaman dalan menggunakan dan memanfaatkan internet paka akan memberi banyak keuntungan dan manfaat. salah satu kerugian yang ditimbulkan dari penggunaan internet yang salah adalah munculnya penyakit Skizofrenia Digital. Skizofrenia Digital adalah hadirnya sahabat imajiner dalam khayalan manusia. begitu asyiknya menikmati dunia digital sehingga menghilangkan jalinan sosial menjadikan seseorang menjadi pribadi individualis. Sikap individualis tersebut dapat menciptakan sahabat imajiner untuk menemani kesendirian.
Penggunaan teknologi dan internet dengan tidak bijak dapat menjadikan informasi overload. Dengan adanya teknologi digital menjadi seluruh lapiisan masyarakat dapat mengakses segala macam hal hingga sulit membedakan mana informasi yang dibutuhkan dan mana informasi yang dapat menjerumuskan. Hal tersebut dikarenakan ketidak pahaman dalam memahami informasin atau berita, apakah dapat diyakini kebenarannya atau sebaliknya. Mengutip pandangan Rhenald Kasali " kasihan melihat anak-anak muda yang makin pintar tapi hidupnya galau. Generasi ini pada gilirannya bermetamorfosa menjadi generasi wacana. Karena dulu selalu galau, setelah lulus hanya mampu berwacana. Ribut melulu, paling jauh cuma bisa buat heboh di media sosial, membuat meme, tapi tak berani bertindak. apalagi mengambil keputusan".

Hadirnya teknnologi digital memberi banyak perubahan sosial dimasyarakat, ditambah menjadi beragamnya alat komunikasi digital. Alat komunikasi digital merubah masyarakat sosial menjadi masyarakat digital. setiap orang semakin bebas berselancar di tiap-tiap akun media sosialnya. Memajang foto, membuat status, menampilkan video hingga berkomunikasi langsung via digital. kebebasan menggunakan teknologi digital menjadikan media ini syarat akan hal-hal yang tidak tertib dan karena kebebasnnya segala sesuatunya dapat diakses oleh masyarakat tanpa melihat usia dan tak terbatas waktu dan tempat. Indonesia merupak negara ke 5 teratas dalam penggunaan media digital di dunia. yang paling sering diakses adalah media sosial. hal ini mungkin saja karena jumlah penduduk yang cukup besar atau karena sifat konsumtif masyarakat indonesia atau bahkan banyaknya waktu luang masyarakat Indonesia sehingga aktivitas penggunaan media digital.

Jumlah pengguna internet di Indonesia sangat besar dan akan terus menagalami peningkatan, itu mengapa Indonesia disebut sebagai raksasa digital. Dikutip dari Discover America Converence, Brussels 27 Juni 1968 oleh Leo Cherne " Komputer sangat cepat, akurat dan bodoh. Manusia sangat lambat, tidak akurat dan brilian. Bersama-sama keduanya menjadi kekuatan luar biasa yang melampaui imajinasi".  tingginya penggunaan internet di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor seperti; (1) semakin tingginga kebutuhan informasi, (2) kebutuhan mendekatkan yang jauh, (3) sarana pendidikan dan pembelajaran, (4) jaringan bisnis yang aktif dan  (5) Sarana komunikasi massal, efektif dan cepat. Penetrasi internet di Indonesia semakin meningkat secara signifikan menjadikan pergeseran pada media-media lainnya. Hal ini disebabkan karena hadirnya perangkat media digital seperti smart phone yang telah terkoneksi dengan internet. Masyarakat semakin mudah mengakses beragam konten informasi, pengetahuan, hiburan dan lain-lain hanya dalam genggaman.

Jumlah penduduk di Indonesia yang cukup besar merupakan pasar yang memadai dalam memasarkan penggunaan internet dengan media smart phone ini menunjukan bahwa penduduk Indonesia telah melek teknologi. Namun dengan semakin luasnya penggunaan digital di Indonesia tidak diikuti dengan edukasi dalam menggunakan serta mengakses internet. Penetrasi penggunaan internet di Indonesia didominasi oleh penduduk berusia 25-34 tahun sebanyak 75,8% diikuti dengan penduduk berusia 10-24 tahun dan usia 35-45 tahun. Data pengguna dan pengakses internet didominasi oleh masyarakat berusia produktif masuk dalam kategori generasi milenial. Harapan terhadapat generasi milenial dalam menggunakan internet dalam mengakses internet dengan cerdas, kreatif dan produktif. itu mengapa perlu adanya  pemahaman dan pengetahuan dalam menggunakan internet sehingga menjadi bijak dan menjadikan media internet sebagai literasi digital. Manfaat literasi digital yaitu menjadi mengguna internet sebagai wadah berbagi informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dalam berbagai format. Literasi akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis dan kreatif.

Tidak sedikit hadirnya internet di tengah-tengah masyarakat Indonesia dengan ragam platform media sosial menimbulkan hal-hal yang bersifat negatif seperti; isue yang propokatif, menjadi korban informasi hoaks dan atau korban penipuan yang berbasis digital. untuk menjaga agar internet dapat berjalan searah sesuai norma dengan aturan di Indonesia sehingga pemerintah membuat kebijakan dalam produk UU ITE, yaitu memiliki fungsi untuk mengatur mengenai informasi dan transaksi elektronik, serta pengetahuan mengenai perbuatan yang dilarang. Mengutip Rudiantra, Menteri Komunikasi dan Informasi RI" jika digunakan dengan benar, media sosial dan teknologi digital akan menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. Bisa mempererat tali silaturahmi dan mempersatukan warganet dari sabang sampai marauke karena itu jangan sampai konten negatif di dalamnya. Penuh dengan hal-hal berguna. bagikan informasi yang telah kita saring kebenaran dan manfaatnya. jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada pikiran kita saat berhadapan dengan media sosial". UU ITE dibuat agar dapat mengatur pengguna internet sehingga terhindar dari tindak hate speech, pencemaran nama baik dan cyber bullying.

Idealnya internet memang seharusnya dapat memberikan manfaat sebesar besarnya bagi masyarakat, baik menambah informasi, meningkatkan wawasan, pengetahuan, memperluas jaringan, mendorong kreativitasan, menciptakan inovasi dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Salam NalarAsa...

Wassalamualaikum...


Tuesday, December 11, 2018

PENGEMBANGAN, KONSERVASI DAN PERUBAHAN IKLIM LAHAN GAMBUT

LAHANGAMBUT KALIMANTAN SELATAN
PENGEMBANGAN, KONSERVASI DAN PERUBAHAN IKLIM
12 Desember 2018
Riam Faradigma
NalarAsa

LAHAN gambut di Indonesia dikenal sangat unik dan multi fungsi yang ditunjukan oleh kekhasannya dalam (1) Proses pembentukannya, (2) Keragaman bahan penyusun dan diakumulasikan, (3) Keanekaragaman vegetasi (flora/fauna) hutannya saat ini, (4) Fungsinya sebagai wadah produksi (kayu, tanaman, ikan, burung dsb.), (5) Fungsi hidrologinya dan bentang lahan alami, dan (6) Fungsinya sebagai pengendali iklim global. Fungsi gambut yang terakhir yang merupakan isu penting dalam pembukaan dan pengembangan lahan gambut sekarang. Dewasa ini cukup besar pemanfaatan lahan gambut yang diikuti dengan program pemerintah dalam merevitalisasi perkebunan, yang dicemaskan akan berpotensi meningkatkan emisi gas rumah kaca (GRK).

Adapun dampak dari meningkatnya GRK adalah perubahan iklim global yang semakin dirasakan, yaitu: (1) Musim hujan yang semakin panjang dan intensitas yanng tinggi menjadikan banjir di berbagai tempat, (2) Musim kemarau yang ppendek dengan tingkat kekeringn yang lebih kuat, (3) Suhu udara yang semakin panas, (4) Munculnya hama dan penyakit yang meningkat sehingga kerusakan hasil pertanian semakin besar, dan (5) Penurunan jumlah pasokan air bersih. Dalam konteks gambut tropika dunia yang luasnya mencapai 50% berada di Indonesia, sebagai negara yang mempunyai luas lahan gambut terbesar keempat di dunia, dipandang penting memperhatikan rosot (sink) karbon yang ada di lahan gambutnya yang mencapai 40-45 juta ton karbon. Setiap satu juta hektar lahan gambut diperkirakan mempunyai potensi emisi GRK yang akan lepas ke atmosfer setara dengan 2,2-3,7 juta ton C per tahun. 

Kalimantan Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki lahan gambut dan lahan bergambut yang cukup luas di Indonesia dengan luas 254,950 ha (data tahun 2005). Lahan gambut di Kalimantan Selatan murni tersusun dari unsur karbon (C) sama dengan batu bara. Hanya saja jumlah kalori dari bahan gambut relatif lebih rendah antar 11-18 MJ/kg di banding dengan batu bara yang mencapai antara 23-28 MJ/kg. Namun demikian, gambut merupakan bahan yang mudah terbakar sehingga menjadi sasaran empuk bagi api, tidak jarang hingga setiap tahun Kalimantan tidak pernah alpa dari masalah kebakaran lahan gambut. Gambut yang terbakar melepaskan emisi karbon (GRK) yang cukup besar sehingga dikhawatirkan memicu terjadinya perubahan iklim. Di Kalimantan Selatan, lahan gambut dikembangkan untuk berbagai jenis komuditi pertanian dan kelapa sawit serta pengembangan perikanan seperti kolam atau tambak. Tidak sedikit lahan gambut di Kalimantan Selatan kembangkan menjadi perkebunan kelapa sawit selain itu ada perubahan fungsi lahan lahan gambut menjadi pemukiman, gedung dan pabrik-pabrik akibat tuntutan perluasan dan pengembangan wilayah.  

Ekosistem gambut bersifat rapuh artinya apabila perlakuan berlebihan tanpa memperdulikan kaidah-kaidah konservasi dan reservasi maka sifat biokimia dan watak bawaan lahan gambut akan berubah dan rusak. Pembukaan dan pemanfaatan gambut untuk pemanfaatan pertanian dan perkebunan serta dibangun di Kalimantan Selatan memberikan dampak ekologis yang semakin dirasakan dengan semakin banyak dan meluasnya kawasan banjir pada musim hukan dan kekeringan pada musim kemarau. Ancaman kebakaran hutan di Kalimantan Selatan pada lahan gambut terbuka lebih tinggi dan mudah meluas apabila tanpa diikuti dengan pengelolaan yang baik. Lahan gambut yang terbakar tidak saja mengalami kerusakan secara fisik, kimia dan biologi, tetapi juga menghilangkan fungsi gambut sebagai penyangga lingkungan antara lain berkenaan dengan fungsi hidrologis, biogeokimia dan biologis dari gambut, termasuk keanekaragaman hayati, perubahan iklim dan pemanasan global. 

Desakan pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan Selatan guna mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah, dipastikan eksploitasi terhadap sumberdaya lahan gambut semakin meluas dan intensif. Seperti sifat lahan gambut pada umumnya, lahan gambut di Kalimantan Selatan bersifat labil, dengan seiring waktu dapat berubah dikarenakan perubahan hidrologi, biogeokimia atau ekologi. Pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan Selatan termasuk dalam konteks pengembangan baik sebagai kawasan budidaya maupun kawasan lindung atau restorasi dihadapkan pada berbagai masalah yang menjadi isu utama, yaitu tentang: (1) Reklamasi dan pengelolaan air, (2) Kebakaran dan degradasi lahan, (3) Perubahan iklim dan pemanasan global, (4) Kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, (5) Pembalakan liar, dan (6) perdagangan karbon. 

Sejumlah daerah di Kalimantan Selatan yang meiliki lahan gambut tidak luput dari kerusakan, laju kerusakan lahan gambut di Kalimantan Selatan menjadikan lahan gambut menipis antara 0,5-1,5 meter dalam kurun waktu 20 tahun. Berdasarkan penyebab dan kondisi yang tersisa, kerusakan lahan gambut dapat dipilah dalam empat kategori, yaitu (1) Kerusakan ringan, (2) Kerusakan Sedang, (3) Kerusakan Berat, dan (4) Kerusakan Sangat Berat. Kerusakan lahan gambut di Kalimantan Selatan. Kerusakan lahan gambut di Kalimantan Selatan meliputi kerusakan fungsi lingkungan dan Kerusakan fungsi produksi serta kerugian secara ekonomi. 

Potensi luas dan rosot karbon lahan gambut serta pemanfaatannya bagi pengembangan wilayah umumnya dan masayarakat khususnya di Kalimantan Selatan antara lain untuk pertanian, perkebunan, perikanan, perternakan/ pengembalaan dan perhutanan-tani. dari data Wetlands Internasional (2005;2006) Luas lahan gambut di Kalimantan Selatan dibagi menjadi:
  1. Bergambut <50                   76,780 ha
  2. Gambut Dangkal                 79,470 ha
  3. Gambut Sedang                 78,770 ha
  4. Gambut Dalam                   76,710 ha
  5. Gambut Sangat Dalam       0
         Total Luas                           254,950ha
Dengan Cadangan karbon sebesar 85,04 juta t C. 
Lahan bergambut (tebal < 50 cm) dan kabut dangkal (tebal 50-100 cm) cocok untuk budidaya tanaman pangan (padi dan palawija), Gambut sedang (tebal 1-2 m) cocok untuk sayuran dan holtikultura, gambut dalam (tebal <4 m) dapat untuk perkebunan dengan budidaya terbatas, selebihnya berupa gambut sangat dalam (tebal >4 m) diarahkan untuk dijadikan kawasan konservasi dan restorasi atau kawasan lindung. Kondisi lahan gambut di Kalimantan Selatan sebagian masih berupa hutan alami, terutama tergolong gambut dalam, sehingga besar menjadi hutan sekunder, dan sisanya hutan gambut terdegradasi akibat pembalakan dan kebakaran. 

Pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan Selatan untuk pertanian dan perkebunan juga sering menimbulkan permasalahan terkait dengan tingkat kesuburannya yang rendah dan biofisik lahan yang rapuh. Namun apabila dikelola dan dibudidayakan dengan baik dan bijak, lahan gambut dapat memberikan hasil tanaman yang baik bahkan dapat mencapai produktivitas yang tidak kalah dengan tanah mineral (Noor,2001, Najiyati et al.,2005). Tingkat pemahaman terhadap sifat, watak dan ekologi lahan gambut dirasakan masih terbatas baik ditingkat masyarakat petani maupun di tingkat pelaksana teknis pada lembaga atau institusi pemerintah sehingga pemanfaatan dan pengolahan lahan gambut untuk pengembangan pertanian/ perkebunan kurang memperhatikan hakekat gambut sebagai sumber daya lahan yang rapuh dan mudah berubah.

Potensi Pemanfaatan Lahan Gambut di Kalimantan Selatan dapat dilakukan dengan terstruktur, meliputi:
  1. Pertanian di Lahan Gambut. Yang perlu diperhatikan adalah Pengelolaan air, hara serta pupuk, penyiapan lahan, pengendalian hama dan penyakit danAnlisis hasil usaha tani lahan gambut.
  2. Perkebunan di Lahan Gambut. Yang perlu diperhatikan adalah Penyiapan Lahan, Pengelolaan Air dan Tabat, Pemupukan dan Ameliorasi, Pengendalian hama dan penyakit dan analisi Hasil Usaha Perkebunan di Lahan gambut.
  3. Perternakan di Lahan gambut. jenis hewan ternak adalah Itik alabio, Kerbau rawa dan Analisis hasil ternak.
  4. Perikanan Rawa, macam sistem perikanan adalah sistem Beje, Sistem Keramba dan analisis hasil perikanan.
  5. Perhutanan-Tani. Yang perlu diperhatikan adalah Penyiapan lahan, Pembibitan, Penanaman dan pemeliharaan.
Lahan Gambut merupakan rosot karbon, tetapi juga sekaligus dapat menjadi sumber atau emitor gas rumah kaca (CO2, CH4 dan N2O) karena tersusun dari jaringan tanaman yang merupakan senyawa karbon. Perubahan iklim merupakan salah satu isu utama dalam pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. Pemerintah Kalimantan Selatan khususnya harus berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca yang diakibatkan karena kerusakan lahan gambut. Walaupun akitab dari kerusakan lingkungan dengan miningkatnya GRK baru dirasakan sekitar 50-100 tahun kemudian, tetapi hal ini dapat semakin cepat terjadi apabila penggunaan bahan bakar minyak bumi, batu bara, gas alam, termasuk pemanfaatan lahan gambut tanpa mengindahkan mitigasi perubahan iklim. Gejala dampak perubahan iklim semakin dirasakan seperti munculnya iklim yang tak menetu, banjir yang semakin sering dengan wilayah yang semakin luas, kekeringan semakin sering dengan suhu yang lebih tinggi, badai tsunami dan topan yang muncul tiba-tiba.

Oleh karena itu, mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim diperlukan mutlak mengingat kemampuan hutan dalam penyerapan CO2 sekarang sangat kecil dan semakin tahun terus menurun. Kelebihan emisi CO2 di muka bumi yang sekarang tidak memungkinkan apabila penyerapannya hanya mengandalkan hutan saja, karena diperlukan hutan seluas lima kali luas bumi untuk menyerap emisi karbon yang ada (Mudiyarso, 3002).

Besarnya potensi karbon dari lahan gambut apabila menjadi sumber karbon dikhawatirkan memacu terjadinya perubahan iklim yang besar. oleh karena itu, maka upaya-upaya dini untuk pencegahan terhadap percepatan perubahan iklim yang antara lain dengan mitigasi diperlukan- disamping antisipasi dalam bentuk adaptasi yaitu menciptakan teknologi-teknologi alternatif yang hemat energi dan efesien sangat diperlukan.

Pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan Selatan sering dikaitkan dengan emisi GRK, khususnya berkenaan dengan pengembanngan perkebunan kelapa sawit yang semakin pesat. Pengembangan kelapa sawit di lahan gambut, khususnya gambut dalam (tebal >3 m) mendapat banyak sorotan karena disinyalir dapat menyebabkan peningkatan emisi GRK yang mengakibatkan pemanasan baik diwilayah Kalsel, nasional hingga global. Besarnya emisi CO2 dari lahan gambut yang dimanfaatkan untuk budidaya pertanian dan perkebunan sangat dipengaruhi oleh sitem pengelolaannya. Dari hasil beberapa penilitian para ahli menunjukan bahwa tingkat emisi karbon dari masing-masing ekosistem (hutan, sagu, kelapa sawit) dipengaruhi antara lain oleh kelembaban, suhu dan muka air tanah. Idealnya dalm pemanfaatan lahan gambut perlu adanya pilihan-pilihan baik jenis komoditas maupun cara pemanfaatan dan pengelolaan yang menghasilkan GRK rendah. 

Lahan gambut di Kalimantan Selatan memiliki keragaman yang merupakan salah satu keunikan dari ekosistem rawa. Keberhasilan usaha pertanian dan perkebunan pada lahan gambut, termasuk emisi GRK yang dihasilkan dari lahan gambut sangat dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah gambut dan cara pengelolaan tanah dan air serta lingkungan. Besar emisi karbon yang dihasilkan lahan gambut juga dipengaruhi oleh jeluk muka air tanah. Semakin dalam air tanah (dari 30 cm sampai 90 cm) maka besar emisi CO2 semakin tinggi, tergantunng pada jenis dan lingkungan gambut.

Upaya mitigasi dan adaptasi ini sangat berkaitan dengan pembangunan bidang kehutanan dan pertanian dalam arti luas yang memanfaatkan lahan gambut. Sama halnya pada rehabilitas lahan gambut yang rusak di Kalimantan Selatan, penanaman kembali pada hutan-hutan gambut yang sudah gundul merupakan cara untuk memitigasi. konservasi hutang di Kalimantan selatan juga harus dilakukan yang tujuannya untuk meningkatkan penyerapan CO2 dari atmosfer termasuk juga dalam cara memitigasi. Konservasi hutan gambut tebal yang mengandung rosot karbon tinggi merupakan tindakan adaptasi. Pengembangan pertanian dan perkebunan di lahan gambut bersifat konservasi, artinya dapat menigkatkan emisi karbon karena memacu terjadinya pembongkaran gambut, tetapi sebaliknya kehadiran tanaman yang menutupi lahan gambut menjadi penambat karbon sehingga perlu kehati-hatian, misalnya dengan mengatur muka air permukaan dan air tanah tidak lebih dalam sehingga mencegah perombakan dan emisi karbon secara berlebihan. Perusahaan pertanian dan perkebunan di Kalsel  yang mengelola lahan gambut peru melakukan adaptasi untuk menjaga agar gambut di Kalsel tetap lestari dan mencegah terjadinya pelepasan karbon secara drastis.

Batasan-batasan dalam pengelolaan lahan gambut untuk kepentingan pembangunan perlu mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh. Namun batasan-batasan tersebut tidak diartikan sebagai penyempitan terhadap kesempatan dan peluang bagi masyarakat setempat dalam pemanfaatan lahan gambut secara baik dan berkelanjutan. Mengingat potensi gambut yang cukup baik bagi pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan. terlebih lagi, sebagian besar penduduk yang tinggal dan menggantungkan hidupnya di lahan gambut  masih miskin. 

Berdasarkan dinamika dan perubahan yang dapat terjadi pada lahan gambut dan lebih jauh untuk menghindari terjadinya penurunan terhadap sifat dan nilai produktivitas lahan gambut di Kalsel maka pengelolaan lahan gambut perlu mengikuti ketentuan-ketentuan normatif agar terhindar dari kerusakan atau ketidakberkanjutan dalam pemanfaatan. Ketentuan-ketentuan normatif tersebut antara lain:
  1. mencegah terjadinya percepatan amblas
  2. mencegah terjadinya pengatusan berlebihan
  3. mencegah pengelantangan atau tersingkapnya lapisan pitir
  4. menjegah terjadinya kering tak balik sehingga gambut menjadi rusak dan mati
  5. mempertahankan muka ir tanah dan aras sesuai dengan kebutuhan tanaman
  6. mempertahankan atau meng-konservasi air sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran
  7. mempertahankan kedar lengas tanah sesuai kebutuhan tanaman dan konservasi lahan gambut
  8. mencegah pembukaan dan penyiapan lahan dengan sistem bakar
  9. mencegah pembuatan saluran terlalu dalam
  10. menyediakan sepertiga areal pengembangan untuk dijadikan kawasan hijau atau konservasi air
  11. mencegah atau menghasilkan emisi gas rumah kaca yang rendah


Saturday, October 27, 2018

PERJALANAN WISATA DI BALIKPAPAN


Gambar terkait 

PESONA WISATA BALIKPAPAN 
5 JAM DI BALIKPAPAN DAPAT MENIKMATI BERAGAM WISATA
21 Oktober 2018
Riam Faradigma
NalarAsa

Mendapat penerbangan pesawat Banjarmasin Palu dengan rute pulang pergi mengharuskan saya untuk transit di Kota Balikpapan dengan durasi yang cukup lama kalau hanya mununggu di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Sekitar 5 jam saya harus menunggu pesawat di Bandara Sepinggan yang akan membawa saya melanjutkan perjalanan dari Palu ke Banjarmasin, saya akan menyulap waktu menunggu tersebut dengan hal yang menyenangkan yaitu berwisata ke beberapa objek wisata di Balikpapan yang letaknya tidak jauh dari Bandara Sepinggan. Dengan koneksi sosial yang luas, saya mendapat bantuan dari rekan di Balikpapan yang bersedia untuk menemani saya mengeksplos beberapa objek wisata yang berada tak jauh dari Bandara Sepinggan.
Petualangan Eksplor Objek Wisata Balikpapan dimulai
Tidak banyak persiapan yang harus dilakukan untuk sebuah perjalanan singkat di Balikpapan. Membawa uang secukupnya untuk transportasi, membayar biaya retribusi masuk objek wisata dan membeli sovenir serta jajanan khas. Membawa kamera dengan beberapa baterai cadangan dan segala serdadunya agar dapat dengan mudah mengambil gambar-gambar terbaik saat mengeksplor objek wisata yang akan dikunjungi atau dapat menggunakan kamera HP. Mengenakan pakaian yang nyaman baik untuk mendukung aktivitas eksplorer agar lebih lincah dan dapat optimal dalam menikmati setiap perjalanan wisata. Menentukan tempat tujuan dapat menggunakan google serch untuk menggali informasi mengenai objek-objek wisata di situs resmi Dinas Pariwisata Kota Balikpapan, selain itu dapat menggunakan media sosial untuk dapat melihat gambar-gambar yang diambil oleh para pengunjung serta testimoni mengenai objek wisata tersebut dari para pengunjung sebelumnya. Jangan khawatir kehilangan arah karena ada google maps yang dapat membatu menunjukan arah serta jarak menuju objek wisata yang akan dituju. ada tiga objek wisata yang jaraknya tidak jauh dari Bandara Sepinggan Balikpapan yaitu Wisata Hutan Mangrove Pendopo Teritip, Wisata Pantai Lamaru dan Wisata Kuliner Raja Kepiting.

Balikpapan adalah sebuah kota di Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki perekonomian terbesar di seantero Kalimantan, dengan total PDRB mencapai Rp79,65 triliun pada tahun 2016. Balikpapan ini memiliki sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan dan masih banyak yang tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan dan tempat keren yang ada di Balikpapan. Adapun objek wisata yang dapat dikunjungi yang letaknya tidak jauh dari Bandara Sepinggan Balikpapan, diantaranya:

Wisata Hutan Mangrove Pendopo Teritip
Satu kawasan yang ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Dinas Pariwisata Balikpapan. Taman wisata dan penelitian itu berada di Gg. Teritip Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Sekitar 28 kilometer dari pusat kota. Rumah-rumah penduduk di kawasan ini masih jarang. Banyak lahan kosong ditumbuhi pepohonan liar dan kelapa. Teritip dikenal sebagai pemasok kelapa muda.  Hutan Mangrove Pendopo Teritip sekrang dijadikan DPML (Daerah Perlindungan Mangrove dan Laut), pemerintah Kota Balikpapan menjadikan daerah ini sebuah kawasan konservasi. Sebagai salah satu kawasan pesisir, keberadaan mangrove penting untuk mencegah abrasi. Tindakan yang dilakukan pemerintah antara lain menggalang masyarakat menanam bibit bakau. Ini terlihat dari beberapa bibit yang mulai tumbuh. Jembatan kayu sepanjang kira-kira setengah kilometer dengan lebar setengah meter membelah mangrove. Jembatan kanopi ini sangat kuat karena dibuat dari kayu ulin. Di kiri dan kanan jembatan, pohon bakau menjulang cukup tinggi. Namun tidak terlihat adanya primata yang biasa menghuni mangrove, bekantan.  Ada banyak aktivitas bisa kita habiskan di tempat ini. Selain memancing atau berenang, banyak spot fotografi yang menunggu untuk diekplorasi. Bagi pengunjung yang ingin mendirikan tendan atau sekedar berkemah di malam hari bisa dilakukan disini bersama-sama. Pemandangan matahari terbenam di dekat pantai dengan hutan bakau ini menakjubkan untuk dinikmati, terutama saat pantai sedang pasang surut.



Wisata Pantai Lamaru
Salah satu pantai yang menarik dan banyak dikunjungi adalah Pantai Lamaru, sebuah pantai dengan pasir putih yang indah dan pemandangan unik yang tesaji di sepanjang pantai ini. pesona Pantai Lamaru sangat terkenal bagi wisatawan lokal. Pantai Lamaru memiliki kelebihan tersendiri dibanding dengan beberapa pantai yang ada di Kalimantan Timur. Bagi Anda yang sering berlibur bersama teman atau keluarga, Pantai Lamaru merupakan pilihan tepat dan sempurna. Pantai ini menawarkan banyak keamanan, kelebihan inilah yang menjadi daya tarik dan primadona tujuan wisata pantai untuk keluarga. Salah satu kelebihan pantai ini dibandingkan dengan pantai yang lain adalah kelandaian pantainya, pasir putih yang memenuhi pantai dengan air laut yang dangkal hingga beberapa puluh meter. Kelebihan itu semakin lengkap dengan bibir pantainya yang luas sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan bermain, seperti bermain bola, voli pantai dan lain sebagainya. Jangan takut untuk mengajak putra-putri Anda bermain air laut, kondisi gelombang yang sangat bersahabat alias kecil akan memberikan rasa aman tersendiri bagi para orang tua untuk mengajak anak-anak mereka bermain-main dengan air laut. Jika Anda menyapukan pandangan Anda menuju daratan, hal unik lainnya dari Pantai Lamaru akan tersaji. Deretan rimbun pohon cemara yang hijau dan sejuk akan tersaji. 
Jika di pantai-pantai lain pada umumnya Anda akan menemukan pohon kelapa yang menghias pantai maka di Pantai Lamaru rimbunnya pohon cemara hijau nan menakjubkan akan memenuhi pandangan Anda. Di Pantai Lamaru selain Anda dapat berjalan-jalan di sepanjang pantai, juga tedapat kuda dan andong yang dapat Anda sewa untuk berkeliling menikmati suasana pantai dan hijaunya pohon cemara. Terdapat banyak warung-warung di pinggir Pantai Lamaru yang menyediakan penyewaan ban, kapal kayuh (yaitu sejenis perahu yang dijalankan dengan dikayuh seperti sepeda), banana boat dan lain sebagainya.


Wisata Kuliner Raja Kepiting Kenari
Kuliner kepiting merupakan salah satu kuliner khas di Kalimantan Timur khususnya di balikpapan. Rumah Makan Kepiting Kemari yang terletak di jalan Iswahyudi No. 4 Balikpapan merupakan pelopor kuliner kepiting di Balikpapan. Kepiting yang dapat diolah menjadi berbagai cita rasa seperti kepiting masak padang, kepiting lada hitam, kepiting asam manis, kepiting goreng bawang dan masih banyak jenis olahan kepiting lainnya. Kepiting di RM Kenari ini merupakan kepiting pilihan, lihat saja ukurannya yang besar dengan daging yang padat pada tiap cangkangnya dan ada pilihan kepiting betina yang bertelur, LEZAT. 
Harga tiap menunya berbeda dan cukup terjangkkau, untuk kepiting telur dengan berbagai cita rasa per kilonya dikenakan harga Rp. 260.000,- sedangkan untuk kepiting jantan dengan berbagai cita rasa dikenakan harga perkilonya Rp. 220.000. RM Kenari memiliki tempat yang luas dan nyaman, waktu penyajiannya sangat singakat sehingga para pengunjung tidak perlu menunggu lama, serta kemasan yang apik dan aman Kuliner Kepiting RM Kenari ini bisa di kemas untuk dijadikan ole-ole.

Mengakhiri perjalan singkat saya di Balikpapan dengan menikmati kuliner Kepiting masak padan dan kepiting goreng bawang yang ditemani rekan saya yang setia mengantar dan menemani saya ke objek-objek wisata yang telah saya tentukan, tak lupa saya membungkus 2 kg kepiting yang dimasak asam manis dan lada hitam sebagai buah tangan untuk keluarga saya di Banjarmasin. Akhirnya saya harus melambaikan salam perpisahan kepada rekan saya dan saya pun siap melanjutkan perjalan ke Banjarmasin membawa oleh-oleh dan cerita. 

Salam NalarAsa, 2018

Wednesday, October 10, 2018

BENCANA PALU DAN MISI PENYELAMATAN


BENCANA PALU DAN MISI PENYELAMATAN
Riam faradigma
30 September 2018
NalarAsa
Saya dan kedua saudara laki-laki saya tumbuh dan besar dari orang tua yang memiliki profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bawah Kementerian Perhubungan. Hidup berpindah-pindah bukanlah hal yang tabu bagi kami karena mengikuti orang tua yang mengabdi kepada negara dan siap di tempatkan dimana saja diseluruh Indonesia. Awalnya ayah diangkat menjadi PNS di Kota Sorong Provinsi Papua Barat 35 tahun yang lalu, hingga pada akhirnya beliau dimutasi 2011 ke Banjarmasin dan memboyong kami sekeluarga. Penugasan di Banjarmasin melangkahkan ayah ke jenjang yang lebih tinggi dan mendapat penugasan selanjutnya tahun 2015 ke Kota Makassar. Waktu berjalan menjadikan anak-anak beliau menjadi dewasa dan semakin memiliki kediupan masing-masing. Saya bersama suami tetap tinggal di Banjarmasin, adik laki-laki melanjutkan kuliahnya ke Jawa sedangkan kakak laki-laki menjalani kehidupan bersama keluarga kecilnya di Kota Sorong. Ibu setia mendampingi ayah kemana pun ayah ditugaskan.
Tahun 2016 surat keputusan oleh Kementerian Perhubungan dikeluarkan kepada ayah untuk penugasan baru di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Ayah ditugaskan sebagai kepala Pelabuhan Pantoloan Teluk Palu yang memiliki tanggungjawab mengkoordinasi pelabuhan-pelabuhan kecil di Sulawesi Tengah, seperti Pelabuhan Wani, Pelabuhan Donggala dan beberapa pelabuhan kecil lainnya. Aktivitas ayah dalam manajerial pelabuhan-pelabuhan yang berada dalam wilayah otoritasnya menjadikan ayah semakin sibuk di pelabuhan dan tidak jarang ibu menunggu hingga larut dirumah.
Tingginya tingkat kesibukan ayah mengakibatkan ayah jatuh sakit di bulan Maret 2017, beliau divonis menderita gagal ginjal, kenyataan tersebut sangat memukul kami sekeluarga. Gagal ginjal dinyatakan kepada pasien yang dimana fungsi ginjalnya tidak dapat berfunsi secara sempurna sehingga memerlukan bantuan proses hemodialisa (HD) lebih dikenal dengan istilah cuci darah yang harus dijalani dua kali dalam seminggu. Ayah meyakini bahwa manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang pemilik kehidupan namun disisa usianya yang telah beranjak 58 tahun, beliau ingin melakukan yang terbaik baik bagi keluarganya dan orang banyak, beliau ingin menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain hingga akhir hayatnya. Ibu tak pernah absen mendampingi ayah di Palu, dalam kesehariannya ibu mendampingi ayah saat menjalani HD di RS Umum Palu dua kali dalam seminggu, menjadi siaga jika kondisi tubuh ayah droop akibat kelelahan dan mendampingi ayah dalam perjalanan tugas ke berbagai daerah. 
Jumat 28 September 2018 sama seperti jumat diminggu-minggu sebelumnya ayah pulang kerumah dari kantor ba’daAshar, merebahkan badan di tempat tidur bersama ibu dan melihat beberapa tayangan televisi. Samar-samar tersengar suara gesekan pelan, ayah berfikir suara tersebut berasal dari getaran kaki ibu yang sengaja digoyangkan diujung tempat tidur.Sontak ibu menyanggah hal tersebut, ibu tidak sedang menggerakan kaki pada saat itu.Tempat tidur terasa semakin berayun sehingga ayah sontak meloncat dari tempat tidur dan menarik ibu dengan sigap, ayah berusaha membuka pintu yang sulit dibuka karena ayunan tersebut membuat kondisi pintu tidak simetris.Ibu menjadi panik hingga kakinya semakin sulit diayun untuk keluar dari rumah, suara gemuruh dari air di bak kamar mandi dan bunyi besi pagar rumah yang semakin kencang.Suasana saat itu mencekam karena gempa dengan kekuatan 7.7 SR telah menggoncang daratan Teluk palu dan sekitarnya.Ayah berhasil mengeluarkan ibu dari rumah, kemudian beliau masuk kembali kedalam rumah untuk mengambil kunci mobil dan mengunci semua pintu-pintu lalu bergegas masuk ke mobil bersama ibu. Goncangan masih terus terasa, ayah dan ibu melaju kencang menuju tempat yang tinggi untuk mengamankan diri, disepanjang perjalanan ayah dan ibu menyaksikan tiang-tiang listrik yang terus bergerak hingga memutuskan kabel-kabel listrik serta bangunan-bangunan yang roboh.
Saya masih melakukan aktivitas dikantor di Banjarmasin seperti sore-sore biasanya yang sibuk dengan dokumen-dokumen yang harus diadministasikan dan di email. Shalat magrib baru saja usai, tak lama terdengar kabar dari rekan kami bahwa baru saja terjadi gempa dan memiliki potensi tsunami di Palu. Kaget, sontak saya menambil Hp dan mencari nama ibu dan kontak telepon lalu mencoba menghubungkan namun gagal karena terdengar nada tak terjawab dari Hp saya, coba dan coba terus hingga akhirnya tersambung. Terdengar suara ibu yang terengah-engah dari seberang sana, langsung saya muntahkan kekhawatiran saya dengan banyak pertanyaan. Ibu dimana, ayah bagaimana, kalian dimana, apa yang terjadi dan masih banyak lagi pertanyaan yang terlontar dari mulut saya. Saat itu dengan tergesa-gesa ibu menjawab bahwa mereka tidak apa-apa dan mereka telah berada pada tempat yang tinggi dan aman lalu pembicaraan kita terputus karena Hp ibu kehilangan jaringan. Tak selang beberapa lama saya menghubungi kakak dan adik saya yang sedang berada dirumah di Banjarbaru untuk memberi kabar kondisi orang tua kami.
Komputer saya matikankan dan bergegas menuju parkiran mobil lalu pulang melaju dengan kencang, dimobil saya langsung menghubungi trevel rekanan untuk memesan tiket pesawat ke Palu penerbangan pertama di tanggal 29 September. Harga tiket Banjarmasin ke Palu yang melonjak hingga 5 kali lipat dimalam itu tidak mengendorkan keinginan saya untuk bertulak ke Palu. Kami gundah karena sepanjang malam telpon orang tua kami tak dapat dihubungi, tak dapat terpikirkan untuk makan dan tak tenang untuk tidur. Pukul 02.35 tervel rekanan kami menghubungi via pesan bahwa pada tanggal 29 September Bandara Udara Mutiara SIS Al-Jufrie ditutup untuk pesawat komersial yang dikarenakan adanya kerusakan pada landasan pacu sepanjang 400 m, adapun yang dapat mendarat adalah pesawat Angkatan Udara (AU) untuk mengangkut tim medis, relawan dan barang-barang bantuan darurat. Kami bertiga terus berbaik sangka dan memajukan tiket penerbangan menjadi hari minggu 30 September, disamping itu kami terus mencoba menghubungi orang tua kami di Palu. Beberapa kali kami sempat tersambung dengan Ibu, beliau menyampaikan kondisi mereka baik-baik saja. Kata Ibu masih ada gempa-gempa susulan yang tidak terlalu besar, Ayah dan Ibu memberanikan diri untuk pulang ke rumah di pagi hari untuk melihat kondisi rumah dan pelabuhan. 
Kondisi rumah baik-baik saja, adapun yang roboh adalah dinding pagar pembatas, ayah memberanikan diri untuk masuk kerumah untuk mengambil barang-barang berharga, berkas-berkas penting dan bahan makanan yang kemudian dimasukan ke mobil. Setalah dari rumah, ayah dan ibu menuju pelabuhan Pantoloan untuk melihat kondisi yang terjadi disana. Setibanya mereka di pelabuhan nampak pelabuhan Pantoloan porak-poranda dimana kren pengangkut petikemas patah, petikemas yang berhamburan, kapal patroli yang tersapu ke daratan, ruang penumpang yang hancur dengan kursi dan kaca pecah berserakan hingga kantor ayah yang roboh. Kerusakan yang terjadi di Kota Palu, Donggala dan sekitarnya selain disebabkan oleh gempa juga karena terpaan tsunami yang menerjang daratan hingga 2 km.
Pembatalan pemberangkatan dari Banjarmasin ke Palu  kembali terjadi pada hari minggu. Kegelisahan semakin berkecamuk hingga menimbulkan selisih paham diantara saya dan kakak laki-laki saya. Tak urungnya orang yang panik dan gelisah karena kekhawatiran terhadap orang tua yang masih terisolir di daerah pasca bencana, ditambah dengan kesehatan ayah yang memerlukan rawat jalan serta usia orang tua kami yang telah beranjak 58 tahun menjadikan fisik mereka tak sekokoh saat mereka muda dahulu. Kondisi wilayah Palu dan sekitarnya masih terisolir, dimana jalan penghubung Mamuju Palu, Gorontalo Palu dan Parigi Palu masih belum dapat diaksek oleh kendaraan roda empat. Beberapa mobil yang mengangkut bantuan, tim medis dan relawan yang menempuh akses darat hingga malam tanggal 29 September belum dapat masuk ke wilayah Palu dan Donggala, selain itu dikabarkan oleh pemberitaan nasional bahwa bandara Palu akan dibukan untuk penerbangan komersial pada tanggal 4 Oktober . Kami bertiga memikirkan setiap peluang agar dapat menemukan orang tua kami dan membawa mereka ke tempat yang aman serta terkhusus ayah dapat menjalani rawat HD,  mulai dari rencana menyewa helicopter rekanan perusahaan saya dengan biaya sekitar $14.000 Dollar atau setara dengan Rp. 212.800.000 pulang pergi dengan waktu tempuh sekitar 7 jam, ikut dalam pemberangkatan menggunakan pesawat Hercules TNI AU bersama tim relawan dan medis hingga rencana mengendarai mobil via dara dari Makassar ke Palu selama 20 Jam. Menimbang peluang dan tantangan dari setiap pilihan keputusan akhirnya kami berdua ke Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin untuk mencari tiket penerbangan ke Makassar, berharap ketika di Makassar kita dapat menumpang pesawat Hercules TNI AU yang menuju Palu dengan jadawal penerbangan pukul 15.00 sore dan pukul 21.00 malam. 
Bersyukur kami mendapatkan penerbangan Banjarmasin Palu pukul 11.45 dan kami tiba di Makassar pukul 12.55. Setibanya kami di Bandara Hasanuddin Makassar nampak puluhan orang yang menunggu penerbangan pesawat Hercules TNI AU menuju Palu, mungkin saja mereka memiliki tujuan dan niat yang sama dengan kami yaitu ingin mengetahui dan mencari keluarga mereka di Palu. Kami berdua berunding apakah harus menunggu pesawat Hercules TNI AU untuk ikut ke Palu yang dimana pesawat tersebut akan memprioritaskan mengangkut tim relawan, medis dan bantuan darurat, rasanya hanya ada sedikit kemungkinan jika kami dapat menumpak pesawat tersebut. Akhirnya kami memutuskan menelpon jasa rental mobil di Makassar, tak memerlukan waktu lama untuk bernegosiasi harga sewa, kemudian kami berdua meluncur dari Bandara Hasanuddin Makassar menuju Kota Palu. Kakak laki-laki saya yang mengemudikan mobil dan saya terus mencoba menghubungi telepon orang tua kami, saya terus mengirim pesan untuk memberi tahu bahwa kami dalam perjalanan menuju Palu untuk menjemput mereka, berharap pesan-pesan saya dapat dibaca ketika Hp mereka menemukan jaringan.
Mobil melaju kencang melewati kabupaten-kabupaten di Selawesi Selatan, sesekali kami singgah untuk makan dan sholat kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali. Senja menjemput malam kami telah memasuki Sulawesi Barat jalannya sepi karena hari semakin larut. Jalan yang cukup panjang terbentang di sepanjang pesisir pantai menyerbakan aroma laut, kami membuka jendela mobil dan mencoba menikmati aroma air laut yang mungkin saja dapat meredakan sedikir rasa khawatir yang masih mencengkram jiwa kami. Dini hari tanggal 1 Oktober kami telah memasuki Sulawesi Tengah, menempuh waktu sekitar 7 jam untuk dapat masuk ke wilayah Palu. Sekitar 20 jam perjalanan kami tempuh dari Makassar ke wilayah Palu dan kami tiba pukul 10 pagi dengan pemandangan Palu dan Donggala yang porak poranda, kami menutup jendela mobil karena ada aroma busuk yang menyengat. Kecepatan mobil kami menjadi lambat karena ada jalanan yang terbelah-belah, terdapat puing-pungi bangunan yang roboh hingga keriuhan orang-orang yang berlarian sambil membawa barang-barang jarahan yang berasal dari swalayan dan took-toko yang rusak. Kondisi pagi itu mencekam, nampak petugas kepolisian yang jumlahnya tidak banyak sambil membawa senjata panjang.
Beberapa pesan dari ibu masuk di Hp saya pada saat kami masih dalam perjalanan menuju Palu, mengabarkan bahwa kondisi mereka baik-baik saja, mereka tidur dipengungsian sementara yang lokasinya di lapangan terbuka dataran tinggi. Setibanya kami di Kota Palu lalu kami bergegas mencari orang tua kami, kami mencari di beberapa pengungsian sementara dan mencari lapangan terbuka di daerah perbukitan seperti yang diinfokan oleh ibu. Ternyata tidak mudah menemukan mereka dalam kondisi kota pasca bencana yang mana jaringan telekomunikasi dan jaringan listriknya terputus, hingga kami berinisiatif menuju ke rumah orang tua kami di daerah Pelabuhan Pantoloan. Pada kanan kiri jalan kami melihat bangunan yang hancur dan tak sedikit kami melihat korban yang terjepit bangunan, korban yang terjepit di pohon hingga korban yang tertimpa petikemas. Nihil, kami tidak menemukan orang tua kami di rumah maupun di pelabuhan. Saya memiliki beberapa teman jurnalis dan wartawan di Palu, sehingga saya mencoba menelpon mereka beberapakali hingga ada salah satu dari mereka tersambung dalam telepon. Kami diinformasikan bahwa keluarga KSOP Pantoloan dalam kondisi aman dan sekarang mereka berada di daerah Tondo, kami pun lansung meluncur ke dataran tinggi Tondo. Naik ke Tondo dan dari kejauhan kami melihat mobil yang biasa di kendarai ayah terparkir, bergegas kami mendekati mobil tersebut dan mulai mencari orang tua kami. Dari satu tenda ke tenda pengungsian yang lain hingga kami mengenali sosok ibu yang tersenyum dari kejauhan, betapa lega dan bahagianya kami berlarian kencang menuju orang tua kami.
Alhamdulillah segala Puji bagi Allah SWT karena kami masih dipertemukan dengan orang tua kami beserta rekan-rekan beliau yang selalu bersama saling membantu dan menguatkan satu sama lain, mereka dalam kondisi baik-baik saja walaupun sudah 3 hari mereka tidak mandi karena minimnya air bersih saat itu. Kami bercakap-cakap membahas langkah selanjutnya untuk dapat keluar dan meninggalkan Palu menuju Makassar, tak jarang kami merasakan gempa-gempa kecil yang merupakan gempa susula. Hal tersebut menambah kondisi yang semakin kalut dan mencekam, trauma yang mendalam bagi korban bencana hingga rasa takut dan tak tenang yang masih menerjang karena gempa-gempa susulan serta semakin maraknya penjarahan. Orang tua kami dan beberapa rekan kerja beliau memutuskan untuk meninggalkan Palu membawa serta keluarga mereka menggunakan mobil menuju Makassar, upaya ini dilakukan guna menyelamatkan diri dari keadaan darurat ke tempat yang lebih aman.
Mobil-mobil kami mempersiapkan BBM yang cukup sebelum kami bertulak meninggalkan palu. Saat itu BBM semakin langka dan kalaupun ada maka harganya semakin tak masuk diakal, namun dalam kondisi yang genting harga mahal pun tak lagi menjadi pertimbangan. Setelah mobil-mobil telah siap dengan BBM, kami pun siap meninggalkan Kota Palu. Kami sempat terjebak kemacetan di Kota Palu menuju keluar kota sekitar 3-4 jam yang disebabkan oleh jalan dua jalur yang sempit penuh dengan kendaraan yang membawa bantuan dari luar Kota Palu dan sebaliknya kendaraan dari Kota Palu menuju ke luar yang cukup ramai. Kakak laki-laki saya mengemudi mobil yang bersisi orang tua kami dan saya mengemudi mobil yang kami sewa beserta rekan-rekan ayah dan keluarga mereka. Mobil-mobil kami melaju kencang, 6 jam kami telah meninggalkan Sulteng, kami sempatkan singgah untuk makan, sholat dan beristirahat, kami melanjutkan perjalanan 5 jam kami meninggalkan Sulbar dan memasuki Sulsel kami menempuh waktu 4 jam perjalanan menuju Makassar dan tiba di Makassar pukul 02.00 pagi di tanggal 2 Oktober 2018. Dalam perjalanan menuju ke Makassar saya telah membeli tiket pesawat pulang Makassar Banjarmasin tanggal 02 Oktober pukul 12.15 siang. Setibanya di Makassar kami langsung menuju rumah di Antang, rumah lama kami yang dibeli ibu sejak saya berkuliah di Makassar 10 tahun lalu. Rekan-rekan ayah memilih langsung kerumah kerabat mereka di Kota Makassar.
Merebahkan badan adalah keinginan awal ketika sampai dirumah, hingga tak sadar bahwa tubuh ini sudah 2 hari belum dibasuh karena rasa kantuk dan lelah yang sangat. Seperti dendam, rasa kantuk ini harus dibayar tuntas. Suara adzan subuh membangunkan kami yang masih lemah lunglai akibat kelelahan yang mendera selama beberapa hari terakhir dan jiwa kami yang baru memulih dari serunya kekhawatiran dan kepanikan yang membara. Melewati pagi kami makan bersama dan mendengarkan cerita mengenai pengalaman orang tua kami pada saat bencana itu datang dan kondisi mereka saat di pengungsian sementara. Saya dan kakak saya membereskan dan mengepak barang-barang didalam mobil ayah yang akan dibawa ke Banjarmasin, hingga waktu telah menandakan bahwa kami harus menuju bandara dan bertulak ke Banjarmasin. Pukul 16.45 sore kami tiba di Banjarmasin dengan selamat dan membawa cerita dan pengalaman berharga.
Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala memberi banyak pelajaran bagi kami sekeluarga. Kami anak-anak yang telah memiliki kehidupan dengan keluarga kami masing-masing dan orang tua kami yang masih menjalankan tugas Negara didaerah lain sebagai pelayan masyarakat sehingga kami tidak dapat tinggal disatu daerah yang sama. Dengan menitipkan segala hal dan termasuk orang-orang yang kita cintai hanya kepada Allah SWT membuat hati menjadi lebih damai, karena sesungguhnya Allah lah Sang pemiliki hidup dan mati setian hambanya. Jarak berkilo-kilo meter kami tempuh untuk menemukan dan membawa pulang orang-orang yang kami cintai, kami melewati empat provinsi demi orang tua kami. Kami bangga kepada ayah kami yang kuat seperti orang yang sehat pada umumnya dengan tenang dalam kondsi carut marut dan ayah harus kuat karena harus menjadi pelindung bagi ibu. Kami adalah keluarga yang tangguh karena anak-anak yang tanggu berawal dari orang tua yang tangguh. Akhirnya, pengalaman ini menjadikan kami menjadi manusia-manusia yang patut bersyukur dan harus senantiasa bersyukur kepada Sang Khalik.“ Manusia dapat berencana namun Allah yang Maha Menentukan”.

Sunday, September 23, 2018

"ATHIRAH' SEBUAH NOVEL YANG MENGISAHKAN SEORANG IBU YANG BERJUANG DEMI KEUTUHAN KELUARGA

"ATHIRAH" Sebuah Novel 
SEORANG IBU YANG BERJUANG DEMI KEUTUHAN KELUARGA 
23 September 2018
Riam Faradigma
NalarAsa

Novel yang berjudul Athirah yang ditulis oleh Alberthine Endah di tahun 2016 yang kemudian diangkat ke layar kaca yang difilimkan oleh Miles Films, menceritakan sosok seorang ibu yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan. Athirah adalah istri dari H. Kalla dan memiliki 10 orang anak dimana salah satunya yang dikenal dengan nama Yusuf Kalla. 
Novel ini mengisahkan tentang peran seorang ibu yang merawat, mendidik dan membesarkan anak-anaknya dalam kondisi hati yang terluka. Semua berawal dari pernikahan antara Athirah yang berusia 13 tahun dan H. Kalla yang dijodohkan oleh orang tua dan keluarga. Masa Athirah melahirkan anak pertama dan anak kedua serta semakin majunya usaha H. Kalla di Bone kemudian memutusakan untuk berhijrah ke Kota Makassar di tahun 50 an. Tak membutuhkan waktu lama bagi H. Kalla untuk mengembangkan usahanya di Kota Makassar, Athirah dan anak-anaknya pun diboyong ke Makassar hidup dengan sejahtera dan serba berkecukupan, terbukti bahwa rumah yang mereka diami di jalan andalas cukup besar dan kokoh. 
Hingga pada akhirnya Athirah menemukan gelagat yang tidak wajar dari suaminya. Tingkah yang tidak wajar dari H. Kalla menjawab kegelisahan Athirah bahwa suaminya memiliki istri lagi. Tak urung betapa hebatnya kepedihan hati yang dirasan oleh Athirah yang juga diketahui oleh anak-anaknya. Keluarga yang masih menjunjung tinggi paham patriarki dalam kehidupan sosial membuat segala keputusan kepala keuarga adalah hal yang menjadi acuan dan harus diterima oleh istri dan anak. Waktu terus berjalan dan  hari terus berganti Athira melewati masa-masa sulit dengan tabah karena harus menerima kenyataan bahwa ia harus hidup dipoligami, kemarahan itu ada didalam benak namun tak secuil pun disampaikan kepada anak-anaknya. Athirah tetap menjadi ibu yang baik bagi anak-anknya walau dengan hati yang terkoyak, tak pernah absen dalam menyediakan makanan dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. 
Keterpurukan batin membuat Athirah menemukan energi baru untuk bangkit dan menjadi pribadi yang kuat agar tetap dapat membesarkan anak-anaknya. Energi baru yang membawa Atrirah memulai usaha menjual kain tenun sutera dan perhiasan. Ketekunan dalam menjalankan usaha menjadikan Athirah dapat meredam kepedihannya, menjadikan fokusnya untuk terus mengembangkan usahanya hingga menghasilkan pundi-pundi keuntungan, tak sedikit batangan emas yang ia hasilkan dari usaha berdagang kain dan perhiasan. Yusuf anak kedua Athirah yang menjadi lelaki dirumahnya yang dapat ia andalkan. Yusuf menemani Athirah sepanjang waktu, melewati masa-masa yang memilikukan bersama saudara-saudaranya yang lain dan menjalani masa bahagia bersama. Yusuf diberi kepercayaan untuk dapat mengelola usaha bapaknya.
Yusuf dan saudara-saudaranya hidup dalam lingkungan poligami yang awalnya sangat menyayat hati keluarga terutama ibundanya, seiring waktu berlalu Yusuf, saudara-saudaranya dan ibundanya mulai terbiasa dengan bapak yang jarang menjenguk karena lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga barunya dan semakin sedikit uang yang dikirimkan bapak yang mungkin saja keluarga baru bapaknya lebih membutuhkan banyak biaya. Bukan persolan besar untuk menjalani hidup bersama ibunda dan saudara-saudaranya karena Athirah memiliki usaha yang maju dan Yusuf memegang usaha angkutan bapaknya, itu cukup untuk kelangsungan hidup keluarga mereka. 
Yusuf yang saat itu telah duduk dibangku SMA menjalani kehidupan masa remajanya penuh dengan tanggungjawab. Tak ubahnya anak-anak sebayanya, ia pun menemukan seorang perempuan yang menjatuhkan hatinya, Ida namanya. Tak mudah menaklukan hati seorang Ida yang keluarganya tidak menyetujui hubungan mereka hingga dibangku kuliah disebabkan karena latar belakang keluarga Yusuf yang berpoligami. Seperti batu besar yang menghalangi hubungan mereka hingga akhirnya membutuhkan bantuan paman Ida untuk meluluhkan hati ayahnya. Hubungan Yusuf dan Ida diterima direstui orang tua mereka sehingga pernikahan yang agung dapat tercipta. Tak sedikit wejangan yang dititipkan oleh Athirah dan H. Kalla kepada Yusuf, mungkin dikarenakan pengalaman kelam yang dirasakan oleh Athirah dan kosekuensi dari keputusan poligami yang diambil H. Kalla di masa lampau. 
Yusuf dan Ida memiliki lima orang anak dari hasil buah cinta mereka. Yusuf menjalankan usaha bapaknya hingga terus berkembang yang kini dikenal dengan Kalla Group, Yusuf melibatkan saudara-saudaranya yang lain dalam mengembangkan usaha keluarga tersebut dan ada juga saudara-saudara yusuf yang melanglang buana hingga ke negeri seberang. Ida tidak melepaskan perannya sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya dan berperan sebagai istri yang senantiasa mendukung suaminya. Hubungan yang akrab antara Ida dan Athirah terjalin, mereka saling berbagi cerita dan pengalaman, hal itu membuat Yusuf menjadi tenang karena dia yang begitu sibuk mengurus usaha tak dapat sesering dahulu yang selalu berada di sisi Athirah untuk menemaninya. 
Ditahun 1982 Athirah berpulang keharibaan yang kuasa, yang ditahun sebelumnya Athirah telah mengalami sakit yang mengerogoti tubuhnya. keganasan kangker hati menjadi pemicu rusaknya fungsi organ hati Athirah. Penyakit tersebut membuat tubuh Athirah terus berbaring dengan perut yang membesar dan menibulkan rasa sakit. Keluarga Athirah mengizinkan dilakukan operasi untuk menghentikan derita sakit yang dialaminya walaupun dengan kemungkinan 50:50 peluang keberhasilan dan kegagalannya. Hingga selesai operasi Athirah tidak belum membuka mata, hanya alat-alat kedokteran yang membetunya untuk terus bernafas, terlihat sangat menyiksa hingga keluarga memutuskan untuk membawa pulang Athirah ke rumah dan disanalah Athirah menghembuskan nafas terakhirnya. 
Tangisan pecah, riuh dalam kekalutan yang mendalam dirasakan oleh anak-anaknya dan H. Kalla. Athirah meninggal diusianya 56 tahun, meninggalkan suami dan 10 orang anak. Kepergian Athirah membawa kesedihan yang mendalan bagi H. Kalla. Cahaya hidupnya padam dan akhirnya tiga bulan setelah Athirah wafat, H. Kalla pun berpulang ke haribaan yang kuasa. 

Banyak pesan-pesan moral yang terkandung dalam Novel ini, diantaranya:
  1. Athirah sosok ibu yang memiliki hati yang tulus, sabar, iklas dan setia
  2. Kearifan Lokal yang kental mengenai Suku Bugis
  3. Budaya Patriarki
  4. Cinta Kasih
  5. Perjuangan dan Pengorbanan
  6. Hikmah
  7. Penyesalan

Wednesday, September 19, 2018

HUBUNGAN MINAT BACA TERHADAP POLA PIKIR

HUBUNGAN MINAT BACA TERHADAP POLA PIKIR

R. Faradigma
19 September 2018
NalarAsa

 Membaca merupakan suatu tindakan ataupun aktivitas dalam mencari informasi melalui media tertulis seperti buku atau tulisan dalam bentuk selain buku. Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bahwa membaca adalah suatu proses pengolahan bacaan secara kritis, kreatif yang dilakukan dengan tujuan menyeluruh tentang bacaan itu dan penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi dan dampak bacaan itu. Membaca adalah  kegiatan meresepsi, menganalisis, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam media tulisan.

Minat baca masyarakat Indonesia disebut masih rendah bila dibandingkan negara lain. Dari data Perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun, Padahal peningkatan kapasitas sumber daya manusia erat kaitannya dengan kemampuan literasi. Jika dibandingkan dengan masyarakat Eropa atau Amreika khususnya dalam setahun minat baca bisa mencapai 25-27 persen buku. Selain itu, masayarakat Jepang yang minat bacanya 15-18 persen pertahun minat baca bukunya. Sementara Indonesia jumlahnya hanya mencapai 0.01 persen per tahun. Dari persentasi tersebut Indonesia masih jauh dari standar tinggi minat baca. 

Penyebab rendahnya minat baca di Indonesia, diantaranya 
  1. Masih rendahnya kemahiran membaca
  2. Pola pendidikan yang belum membudayakan membaca sejak usia dini
  3. Semakin banyak jenis hiburan (game), acara televisi dan disfungsi gadget   
  4. Sarana untuk memperoleh buku bacaan masih sangat kurang
  5. Harga buku masih relatif mahal dan tidak sebanding dengan daya beli masyarakat
  6. Minimnya koleksi buku di perpustakaan serta kondisi perpustakaan yang tidak memberikan iklim yang  kondusif bagi tumbuh kembangnya minat baca   

Apabila seseorang sudah terbiasa dengan membaca, kebiasaan tersebut akan dilakukan secara terus-menerus. Selain itu. kegemaran membaca memberikan dampak yang positif untuk orang tersebut. Karena minat baca yang sangat tinggi menjadikan minat belajarnya pun juga tinggi dan membuat orang tersebut memiliki wawasan yang luas. Minat atau kemauan untuk membaca adalah sumber motivasi yang sangat penting dan kuat bagi seseorang untuk menganalisa dan mengingat serta mengevaluasi bacaan yang telah dibacanya karena orang tersebut membaca sebuah buku memang karena ia ingin membaca buku tersebut dari hati, yang merupakan pengalaman belajar menggembirakan. Minat baca akan mempengaruhi bentuk serta intensitas seseorang dalam menentukan cita-citanya kelak di masa yang akan datang. Hal tersebut merupakan sebuah proses pengembangan diri yang memiliki peran besar dalam hidup seseorang, maka dari itu kemauan ini harus senantiasa diasah, dikembangkan, dan didalami sebab minat membaca tidak diperoleh dari lahir secara cuma-cuma.

Membaca adalah berpikir. Berpikir merupakan suatu proses untuk mengenali, memahami, dan kemudian menginterpretasikan lambang-lambang yang bisa mempunyai arti. Di sini banyak terlibat unsur-unsur psikologis seperti kemampuan dan atau kapasitas kecerdasan, minat, bakat, sensasi, persepsi, motivasi, retensi, ingatan, dan lupa, bahkan ada lagi yaitu kemampuan mentransfer dan berpikir kognitif yang akan membantu orang tersebut dalam memahami seberapa banyak pengetahuannya mengenai banyak hal, bagaimana ia memandang hidup yang ia jalani, ke mana arah yang sebenarnya ingin ia capai dan pastinya akan membuat seseorang menjadi haus pengetahuan karena ia sadar seberapa kecil pengetahuan yang baru ia gali. Rendahnya minat baca sangat berpengaruh besar terhadap mutu berfikir. Membaca dapat membantu pola pikir seseorang.

Membaca merupakan investasi yaitu dengan membeli buku harus mengelurkan uang seharga buku yang dijual, buku yang dimiliki dibaca dan dipahami. Pemahaman tersebut dapat memberi manfaat baik dalam pembentukan pola pikir, pola hidup yang kemudian menjadi pemicu untuk bergerak kerana aplikatif. keinginan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dari mebaca. tidakan yang diaplikasikan dapat memberi hasil, hasil dari tindakan tersebut bisa jadi hasil yang besar atau hasil yang kecil serta hasil yang nyata atau hasil yang tersirat. Hasil dari tidakan dari setiap waktu ke waktu berikutnya disebut pengalaman. Pengalaman-pengalaman dapat menghasilkan pembelajaran untuk dapat dijadikan acuan dalam tindakan-tindakan selanjutnya. 

Membaca memberi banyak dampak positif dalam kehidupan dan dapat memicu peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. Ilmu yang bermanfaat yang dihasilkan dari membaca maupun dari pengalaman menggerakan diri untuk selalu melangkah maju, kreatif, analitis, bijaksana dan aktif. Tindakan tersebut akan memberi hasil yang dapat memenuhi kebutuhan guna pencapaian kesejahteraan diri seperti seseorang yang berdagang akan menghasilkan uang dan orang yang bekerja akan di beri upah. 

Cara meningkatkan minat baca, diantaranya:
  1. Menyiapkan waktu untuk membaca, mungkin sekitar 15-20 menit per hari
  2. Menjadwalkan untuk pembelian buku seminggu sekali
  3. Memanfaatkan waktu saat menunggu
  4. Update buku populer dan yang direkomendasikan
  5. Masuk komunitas membaca
  6. Mengikuti Training trik membaca
  7. Memanfaatkan waktu istirahat dan waktu sebelum tidur untuk membaca
  8. Membuat target membaca seperti seminggu dapat menyelesaikan 1-3 buku
  9. Mengikuti bedah buku dan diskusi
 SEKIAN
*
*
*
Semoga Bermanfaat.......................................................................................................... NalarAsa  

PESAN PENTING DARI BUKU SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT

PENDEKATAN YANG WARAS DEMI MENJALANI HIDUP YANG LEBIH BAIK 10 AGUSTUS 2019 R. FARADIGMA NalarAsa Buku ini dapat membantu kita untuk ...